New Policy: Kementerian PU Percepat Penanganan Bencana Sumatera hingga ke Pelosok
Kementerian PU Intensifkan Upaya Pemulihan Infrastruktur Pasca Bencana di Sumatera
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengambil langkah cepat untuk mengembalikan fungsi infrastruktur di Pulau Sumatera yang terkena bencana. Berdasarkan laporan terbaru, sebagian besar jaringan jalan dan jembatan kembali operasional, membantu pergerakan warga dan pengiriman barang.
Progres Infrastruktur Transportasi
Sejumlah data menunjukkan bahwa 107 jalur jalan serta 43 struktur jembatan yang rusak telah pulih 100%. Di tingkat daerah, dari total 2.421 ruas jalan terdampak, 2.277 (94%) sudah dapat dilewati kembali. Sementara itu, 792 dari 1.181 jembatan (67%) pun kembali berfungsi.
“Jaringan jalan dan jembatan nasional di wilayah bencana sebagian besar sudah kembali normal. Meski terjadi longsoran, masalah bisa segera diatasi dalam waktu kurang dari 24 jam,” ungkap Menteri PU Dody Hanggodo dalam pernyataan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dody menyoroti area yang masih sulit diakses, terutama di Aceh. Wilayah tersebut menghadapi hambatan berupa intensitas hujan tinggi dan akumulasi lumpur di daerah bawah.
“Pada Aceh, masalah utamanya adalah ketersediaan air dan kondisi hujan yang masih berlangsung. Untuk itu, pekerjaan harus dipercepat agar infrastruktur darurat dapat segera disediakan,” tutur Dody.
Kementerian PU juga mengambil tindakan preventif dengan mempercepat proyek pengendalian sedimentasi. Salah satunya adalah pembangunan sabo dam untuk mengurangi risiko banjir akibat material kayu dan tanah dari daerah hulu.
“Di jalur Gayo Luwes, banyak kayu yang mengendap. Saya khawatir mereka akan turun ke Tamiang lagi jika tidak segera ditangani,” lanjut Dody.
Dalam upaya mempercepat pemulihan, kementerian melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan Badan Meteorologi, Climatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait modifikasi cuaca. Selain itu, program padat karya dipercepat untuk membersihkan kawasan permukiman yang terkena dampak, khususnya di Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.
Kementerian PU juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat jaringan layanan dasar. Dari 176 sistem penyediaan air minum (SPAM) yang terganggu, 165 (94%) kini sudah beroperasi kembali. Untuk air baku, pembangunan sumur bor dalam mencapai 70 unit (27%), sementara sumur bor dangkal mencapai 34 unit (86%).
Di sektor pertanian, kementerian terus bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI (Kementan) untuk membersihkan sawah dari lumpur dan memastikan sistem irigasi primer serta sekunder kembali berjalan optimal. Pemantauan lapangan di wilayah terpencil juga ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan infrastruktur darurat.
“Saya sudah perintahkan PPK untuk rutin meninjau area pelosok. Jika ada tempat yang membutuhkan jembatan, kita segera tangani dengan bantuan TNI AD agar logistik tidak terganggu,” jelas Dody.
Kementerian PU menekankan upaya ‘build back better’ dalam penanganan bencana. Prinsip ini mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.