Key Strategy: Pemprov Banten Gandeng Muhammadiyah Perkuat Penguatan Pendidikan Anak di Era Digital
Pemprov Banten dan Muhammadiyah Kolaborasi Perkuat Pendidikan Anak di Tengah Era Digital
Kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Muhammadiyah ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak serta menjaga remaja dari efek negatif perkembangan teknologi digital. Tujuan utama adalah membentuk generasi muda yang cerdas dan bermoral, sesuai dengan kebutuhan masa depan bangsa.
“Penguatan pendidikan dan perlindungan anak dari dampak negatif teknologi informasi adalah isu penting yang menjadi prioritas Pemprov Banten,” kata Gubernur Andra Soni saat menghadiri acara Silaturahmi Idul Fitri di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Banten, Minggu (19/4).
Kolaborasi ini dirancang untuk menghadapi tantangan kompleks yang muncul dari dunia digital. Perubahan signifikan dalam interaksi sosial anak-anak dan remaja, kini lebih dominan terjadi di ruang maya, menjadi perhatian utama. Tanpa upaya tegas, kondisi ini bisa mengurangi kualitas generasi bangsa. “Interaksi di siber yang tidak terkontrol berpotensi menyebabkan dampak negatif jika tidak diimbangi literasi digital dan pengawasan yang memadai,” ujar Andra Soni.
Pemprov Banten menilai sinergi dengan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah sangat penting. Dalam upaya ini, Muhammadiyah diminta aktif dalam program yang meliputi pengawasan penggunaan gawai, pembatasan waktu layar, dan penguatan literasi digital. Selain itu, nilai-nilai keislaman dan akhlak akan ditekankan sejak dini melalui lingkungan sekolah.
“Kolaborasi ini sejalan dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 tentang perlindungan anak di ruang digital,” tambah Gubernur.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten, Muhammad Syamsuddin, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia optimis bahwa Banten, di bawah kepemimpinan Andra Soni, akan berkembang menjadi pusat peradaban, bisnis, dan perdagangan. “Dakwah Muhammadiyah selalu mendukung kebijakan pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelas Syamsuddin.
Sementara itu, beberapa daerah lain juga mengambil langkah serupa. Dinkominfo Temanggung intensif meningkatkan literasi digital anak melalui program inovatif. Pemerintah Kota Palangka Raya serta Kabupaten Bangka Tengah juga aktif melibatkan orang tua dalam pendidikan digital. Anak-anak di Kalimantan Utara mendukung kebijakan pembatasan platform digital, menilai langkah ini efektif melindungi generasi Z dari bahaya maya yang semakin rumit.