Main Agenda: 6 Fakta Bobibos, BBM dari Jerami Siap Diuji di Motor dan Mobil
6 Fakta Bobibos, BBM dari Jerami Siap Diuji di Motor dan Mobil
Dalam situasi krisis energi global yang mengancam, pemerintah mulai memperhatikan inovasi bahan bakar alternatif dari dalam negeri. BOBIBOS, yang merupakan Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia Bos, kini menjadi fokus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).
Pada Senin (13/4), tim BOBIBOS menghadiri audiensi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) ESDM. Hasilnya, bahan bakar ini mendapatkan persetujuan untuk melangkah ke fase uji jalan resmi sesuai regulasi pemerintah. Sebelumnya, BOBIBOS telah melakukan serangkaian pengujian internal untuk memastikan kinerjanya.
Dalam wawancara, founder BOBIBOS, Iklas Thamrin, mengatakan bahwa bahan bakar ini telah diuji pada berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil, motor, dan truk. Performa yang dihasilkan dinilai sangat baik, dengan emisi nol dan konsumsi yang lebih efisien.
“Kami sudah tes jalan di berbagai merek motor, mobil, diesel, bahkan truk. Emisinya nol dan lebih irit,” ujar Iklas dalam pemaparannya.
Sebagai inovasi ekonomi kerakyatan, BOBIBOS juga bertujuan meningkatkan nilai tambah dari limbah pertanian. Pembina BOBIBOS, Mulyadi, menjelaskan bahwa bahan bakar ini berasal dari jerami, yang biasanya dibuang atau dibakar tanpa manfaat ekonomis signifikan.
“Dengan hadirnya BOBIBOS, petani bisa tersenyum dua kali. Saat panen menghasilkan beras, setelah panen jeraminya pun bernilai ekonomi,” kata Mulyadi.
Mulyadi menilai BOBIBOS memiliki potensi besar untuk menghasilkan dampak luas. Bukan hanya menekan impor BBM, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada petani serta mengurangi polusi dari bahan bakar fosil. Ia menekankan bahwa inovasi ini juga dapat menciptakan peluang kerja baru.
“Yang paling penting, ini juga membuka lapangan pekerjaan baru,” tegasnya.