Key Strategy: Indonesia akan buka Konsulat Jenderal di Chengdu, China
Indonesia Buka Konsulat Jenderal di Chengdu, Tiongkok
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok mengumumkan rencana pembukaan Konsulat Jenderal RI di Chengdu, Sichuan, untuk meningkatkan jaringan perwakilan negara di wilayah tersebut. Tindakan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan memfasilitasi interaksi lebih dalam antara Indonesia dengan daerah barat Tiongkok.
Perkembangan Ekonomi dan Kolaborasi
Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyampaikan pernyataan ini dalam pidatonya pada acara “Perkembangan Terkini Indonesia – Chengdu 2026” yang diadakan Jumat (17/4) di kota Chengdu. Menurutnya, selama lebih dari satu dekade, Tiongkok menjadi mitra dagang utama serta sumber investasi penting bagi Indonesia.
“Selama lebih dari satu dekade, Tiongkok telah menjadi salah satu mitra dagang terbesar Indonesia sekaligus sumber investasi yang strategis,” ujarnya.
Konsulat jenderal di Chengdu akan beroperasi sebagai pusat utama untuk wilayah Sichuan dan daerah-daerah di Tiongkok barat seperti Shaanxi, Yunnan, Gansu, serta Chongqing. Djauhari menjelaskan bahwa Chengdu bukan hanya kota dengan lingkungan hidup yang nyaman, tetapi juga menjadi sentra inovasi dan pertumbuhan industri yang memiliki potensi besar untuk memperkuat hubungan bilateral.
Acara tersebut juga menyoroti peluang kerja sama di berbagai sektor, termasuk energi terbarukan, industri hilir, keamanan pangan, ekonomi digital, layanan kesehatan, dan pembangunan ibu kota baru. Sichuan dan Indonesia dinilai memiliki komplementaritas yang signifikan, terutama dalam bidang biofarmasi, energi hijau, teknologi hijau, serta perdagangan dan investasi.
Kemitraan Bisnis dan Kontribusi Lokal
Sichuan Shuyinqiao Business Service Co., Ltd. menegaskan bahwa konsulat jenderal di Chengdu akan menjadi titik tumpu penting bagi perusahaan-perusahaan yang ingin berkembang ke pasar global. “Sichuan memiliki keunggulan di bidang kesehatan, teknologi tinggi, dan kecerdasan buatan, sementara Indonesia kaya sumber daya alam. Ini membuka peluang sinergi dalam rantai industri,” ujar Yuan Fei, kepala perusahaan tersebut.
“Sichuan dan Indonesia sama-sama memiliki sumber daya pariwisata yang berlimpah dan saling melengkapi. Dalam dua tahun terakhir, semakin banyak teman dari Indonesia yang berkunjung ke Sichuan untuk menikmati pemandangan alam seperti gunung salju dan gletser,” kata Jia Hang, Wakil Kepala Departemen Internasional Platform Perdagangan Multifungsi Organisasi Kerja Sama Shanghai.
Dalam konteks ekonomi, kedua wilayah dinilai saling melengkapi. Indonesia menyediakan bahan baku seperti minyak bumi, mineral, dan hasil hutan, sementara Sichuan unggul dalam pengolahan energi dan sistem industri. Dengan demikian, terdapat dasar kuat untuk kolaborasi dalam tahapan pengembangan sektor-sektor kritis.
Langkah konkret dalam Kerja Sama
Sebagai contoh, Sichuan Zhihecheng Group bekerja sama dengan Aladin Group dari Indonesia pada 2024 mendirikan ZHC Aladin International Co., Ltd. Perusahaan ini telah berinvestasi di dua dealer mobil dan satu pusat layanan tiga sistem utama kendaraan listrik di Indonesia.
“Kami yakin pertumbuhan Indonesia sangat menjanjikan. Saat ini, ZHC Aladin memiliki lebih dari 130 karyawan di Jakarta, dan jumlahnya terus bertambah,” ujar Wakil Presiden Sichuan Zhihecheng Group, Zhang Ying.
Zhang Ying juga menyoroti kegiatan terkini yang dilakukan, seperti kunjungan mitra Indonesia ke institusi dan perusahaan di Chengdu dalam bidang kesehatan serta drone. Kehadiran konsulat jenderal di kota ini diperkirakan akan memperkuat peran Indonesia dalam ekspansi bisnis ke pasar Tiongkok barat.