Latest Update: Perusahaan China Jadi Milik Amerika, Xi Jinping Tak Terima
Perusahaan China Jadi Milik Amerika, Xi Jinping Tak Terima
Dari Jakarta, Meta (Facebook, WhatsApp, Instagram) mengumumkan pembelian startup AI bernama Manus dengan nilai US$2 miliar (Rp34 triliun). Perusahaan ini didirikan pertama kali di Tiongkok tetapi bermarkas di Singapura. Pemerintah Tiongkok segera melakukan upaya intervensi setelah berita tersebut muncul. Gejala perpindahan bisnis ke Singapura demi menghindari konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok disebut ‘Singpore Washing’.
Kantor pusat dan tim inti Manus diketahui telah berpindah ke Singapura sejak tahun lalu. Dengan langkah ini, perusahaan dapat memperoleh akses ke modal yang lebih luas dari investor asing, termasuk Benchmark yang berasal dari San Fransisco. Namun, Tiongkok tidak diam. Pemerintahan Xi Jinping dilaporkan sedang memantau apakah terjadi pelanggaran dalam transaksi penjualan Manus ke Meta.
Langkah Pemerintah Tiongkok untuk Mencegah Pemindahan Bisnis
Dilansir dari Financial Times, pemerintahan Xi Jinping juga berusaha melarang pendiri startup AI Tiongkok memindahkan bisnis mereka ke luar negeri. Kebijakan ini bertujuan memutus strategi serupa yang bisa menguntungkan perusahaan-perusahaan asing. Mereka membatasi kemungkinan pendiri Xiao Hong dan Ji Yichao meninggalkan Tiongkok melalui Singapura.
“Banyak pendiri usaha berusaha mengembangkan bisnis di luar Tiongkok, tetapi mereka tidak memperhatikan riset atau pengembangan di tanah air,” jelas Wayne Shiong, Managing Partner Argo Venture Partners, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (30/3/2026).
“Lokasi pembuatan produk lebih penting daripada tempat registrasi perusahaan,” tambah Yuan Chao, pengacara dari firma hukum Yingke, mengingatkan bahwa tindakan Manus menjadi peringatan bagi pemerintah Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok berpendapat bahwa perusahaan seharusnya mengembangkan teknologi tahap awal di dalam negeri sebelum memindahkannya ke luar. Tujuan utama dari ‘Singpore Washing’ adalah memperoleh valuasi global yang lebih tinggi, meski beberapa pendiri memilih berada di luar Tiongkok untuk mendapatkan dukungan dari investor AS.