Key Strategy: Pengamat: Kelas menengah paling terdampak naiknya harga LPG nonsubsidi

Pengamat: Kelas Menengah Terdampak Paling Banyak atas Kenaikan Harga LPG Nonsubsidi

Direktur Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya LPG, telah menimbulkan tekanan signifikan terhadap kelas menengah. Dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Senin, ia menekankan perlunya langkah strategis dari pemerintah untuk mengatasi dampak tersebut.

Subsidi Tunai Langsung Dijadikan Solusi Utama

Menurut Putra, subsidi tunai langsung merupakan metode yang efektif dalam memitigasi kesulitan ekonomi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pendistribusian subsidi harus dikelola secara tepat agar benar-benar mencapai kelompok yang membutuhkan.

“Subsidi tunai langsung adalah solusi terbaik, karena rumah tangga miskin memperoleh bantuan lebih kecil dibandingkan kelompok yang lebih berada. Kendali distribusi subsidi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan bantuan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti ketidakkonsistenan dalam mekanisme pengendalian subsidi, yang seringkali terganggu oleh faktor politik. “Konsistensi menjadi kunci. Usaha pengendalian subsidi selama ini sering mundur karena tarik-menarik kepentingan politik. Kebijakan saat ini harus dijalankan secara terus-menerus, agar tidak hanya menjadi proyek sementara,” kata Putra.

Intervensi Pemerintah Fokus pada Perbaikan Tata Kelola

Putra mengingatkan bahwa fokus intervensi tambahan dari pemerintah seharusnya bukan hanya pada peningkatan stimulus, tetapi pada peningkatan pengelolaan subsidi. Ia menambahkan, tarik ulur kebijakan sering membuat masyarakat terlebih dahulu menanggung beban kenaikan harga sebelum menerima bantuan.

“Tarik ulur subsidi terjadi karena rakyat biasanya hanya merasakan beban sebelum mendapat manfaat langsung. Oleh karena itu, kebijakan harus diorkestrasi secara lebih baik agar pelaksanaannya berjalan selaras,” tuturnya.

Selain itu, risiko dampak lanjutan dari kenaikan harga energi masih berlangsung, terutama selama konflik antara AS dan Iran belum mereda. Kenaikan harga bahan bakar bisa berpotensi menyebar ke sektor lain. “Resiko tetap ada selama konflik berlangsung. Dengan harga global yang terus naik, pengendalian distribusi subsidi menjadi faktor utama,” katanya.

Data Harga LPG Nonsubsidi

Harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kg kini naik dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung, atau meningkat 18,75 persen. Kenaikan ini adalah pertama kalinya sejak 2023, yang berdampak langsung pada belanja sehari-hari keluarga menengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *