Special Plan: Barantin gandeng Kanada perkuat keamanan pangan ASEAN
Barantin Kolaborasi Dengan Kanada Perkuat Sistem Keamanan Pangan ASEAN
Jakarta – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar keamanan pangan di kawasan Asia Tenggara, Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersinergi dengan Kanada. Kemitraan ini bertujuan memperkuat kapasitas laboratorium dan memfasilitasi kerja sama lintas negara dalam bidang pengujian pangan. Menurut Sahat M. Panggabean, Kepala Barantin, kegiatan yang diadakan sebagai bagian dari CanSafe Project fase pertama mencakup lokakarya manajemen laboratorium keamanan pangan.
Kegiatan tersebut dihelat pada Senin di Jakarta dan berlangsung hingga Kamis (23/4). Sahat menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi prioritas strategis dalam perdagangan regional serta kebutuhan pangan dari luar wilayah. Ia menyoroti pentingnya sistem laboratorium yang andal, terstandar, dan mampu menangani ancaman global seperti cemaran pangan dan resistensi antimikroba (AMR).
“Tantangan global seperti cemaran pangan, termasuk resistensi antimikroba, memerlukan penguatan pengujian laboratorium yang dapat diakui secara internasional,” ujar Sahat, merujuk pada pernyataan resmi di Jakarta.
Dalam kerangka Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), kerja sama antara Barantin dan Kanada fokus pada Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS). Upaya ini bertujuan memastikan sistem perdagangan yang tetap melindungi kesehatan manusia, hewan, ikan, serta lingkungan. Sahat menegaskan bahwa laboratorium keamanan pangan berperan krusial dalam menyediakan data ilmiah yang akurat, dapat dilacak, serta sesuai standar manajemen.
Partisipasi Pihak Internasional
Acara yang melibatkan berbagai pihak, seperti Canadian Food Inspection Agency (CFIA), Indo-Pacific Agriculture and Agri-Food Office (IPAAO), dan Centre for Agriculture and Bioscience International (CABI), dihadiri juga oleh Sekretariat ASEAN dan delegasi negara-negara anggota. Sejumlah peserta mengapresiasi peran Barantin dalam menjaga standar keamanan pangan. Jasmine Lebelle, perwakilan Kanada melalui Kedutaan Besar, menyoroti kebanggaannya atas kolaborasi dengan ASEAN, khususnya Indonesia.
“Kanada bangga bekerja sama dengan ASEAN, termasuk Indonesia, untuk meningkatkan sistem keamanan pangan. Inisiatif seperti CanSafe Project mendorong pertukaran praktik terbaik dan peningkatan kapasitas laboratorium berbasis standar internasional,” tutur Lebelle.
Lebih lanjut, diedrah Kelly, Executive Director Indo-Pacific Agriculture and Agrofood, juga hadir dan menekankan kolaborasi lintas negara sebagai kunci dalam menghadapi ancaman keamanan pangan global. Barantin berharap kegiatan ini mampu memperkuat sumber daya manusia serta sistem regional untuk mendukung perdagangan internasional yang aman dan berkelanjutan.