Meeting Results: PLN tekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi ketahanan energi

PLN Soroti Kebutuhan Kerja Sama Antar Sektor untuk Penguatan Ketahanan Energi

Jakarta, Senin – Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero), menegaskan perlunya kerja sama lintas sektor untuk memperkuat stabilitas pasokan energi nasional. Ia berharap kolaborasi ini bisa menciptakan masa depan energi yang lebih baik, dengan fokus pada penggunaan sumber daya lokal yang efisien serta ramah lingkungan.

“Dengan semangat kebersamaan, kita bisa mewujudkan energi yang lebih terjangkau, mendorong investasi besar, serta mempercepat proses pembangunan nasional,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin.

Menyambut kebutuhan ini, Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) bekerja sama dengan CIGRE Indonesia mengadakan workshop bertajuk “HVDC Transmission: Indonesia’s Green Enabling Interconnection” di Jakarta, Senin. Acara tersebut menjadi wadah diskusi strategis antara pelaku industri, regulator, dan pihak internasional untuk mengeksplorasi peran teknologi transmisi HVDC dalam mendukung sistem kelistrikan hijau.

Dalam kerangka RUPTL 2025-2034, pemerintah menetapkan target peningkatan kapasitas pembangkit baru sebesar 69,5 gigawatt (GW), dengan 76 persen berasal dari energi terbarukan seperti surya, air, angin, dan panas bumi. Dukungan ini juga mencakup sistem penyimpanan energi, seperti baterai dan hidro listrik pompa. Target energi terbarukan mencakup 42,6 GW dari energi baru terbarukan (EBT), terdiri dari 17,1 GW tenaga surya, 11,7 GW energi air, 7,2 GW angin, serta 5,2 GW panas bumi.

Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmen transisi energi menuju sistem listrik yang lebih hijau. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 100 GW pembangkit surya dalam waktu singkat sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Langkah ini juga berdampingan dengan ambisi mencapai 100 persen energi terbarukan dalam 10 tahun ke depan.

Sebagai bagian dari strategi ini, pemerintah dan PLN sedang mempersiapkan dua proyek transmisi HVDC dalam dekade mendatang. Proyek interkoneksi Sumatera-Jawa yang menggunaan teknologi HVDC dengan panjang sirkuit 112 kilometer menjadi prioritas utama. Darmawan sebelumnya menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan jaringan transmisi sepanjang 48.000 kilometer untuk mengatasi ketimpangan antara lokasi sumber energi terbarukan di daerah terpencil dan pusat konsumsi listrik di kawasan ekonomi utama.

Pemerintah juga menetapkan dana fiskal sebesar Rp402,4 triliun untuk mendukung ketahanan energi di tahun 2026. Dengan angka investasi sektor ketenagalistrikan yang diproyeksikan melebihi 500 miliar dolar AS, pihaknya optimis dalam mewujudkan visi energi nasional yang lebih berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *