Main Agenda: Kekeringan Ancam Sawah-Sawah RI, Amran Mau Siram Duit Rp2 Triliun

Kekeringan Ancam Sawah-Sawah RI, Amran Mau Siram Duit Rp2 Triliun

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi melalui fenomena El Nino. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan risiko serta mempercepat penyaluran bantuan benih padi tahan kekeringan dan infrastruktur irigasi. Menurut Amran, varietas benih ini dirancang untuk beradaptasi dengan cuaca ekstrem karena memiliki masa tanam yang lebih singkat.

“Bantuannya (varietas tahan kekeringan) sudah berjalan, kita anggarkan. Mungkin estimasi totalnya mencapai Rp2 triliunan,” jelas Amran dalam konferensi pers di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Sejalan dengan itu, pemerintah juga mempercepat intervensi teknis di lapangan, salah satunya melalui program pompanisasi. Hingga saat ini, 170 kabupaten/kota telah mengajukan bantuan pompa untuk menyuplai air ke sekitar 1 juta hektare sawah. Amran menyebutkan bahwa pendaftaran pompa dilakukan secara cepat, dengan total sekitar 80.000 unit yang telah terlebih dahulu diterima.

Langkah peningkatan sistem irigasi dilakukan untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga selama musim kemarau. Menurut Amran, total area yang diperkirakan akan di-cover oleh program ini mencapai 1,5 juta hektare di seluruh Indonesia. Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyediakan solar khusus bagi pertanian.

“Solar tidak menjadi masalah, karena pertanian memiliki kuota. Kami berkolaborasi dengan Menteri ESDM untuk memastikan pasokan energi mencukupi,” tutur Amran.

Pada pertemuan nasional yang dihadiri ratusan kepala daerah, program percepatan pertanian menjadi fokus utama. Di sisi cadangan pangan, Kementerian Pertanian memastikan stok beras nasional tetap aman. Dalam waktu dekat, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog diproyeksikan mencapai 5 juta ton. Sementara itu, stok beras dari sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) juga mencapai 12,5 juta ton.

Amran menambahkan, jumlah potensi panen diperkirakan sekitar 11 juta ton. “Total stok bisa mencukupi hingga 11 bulan, sementara estimasi durasi El Nino hanya 6 bulan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *