Kontribusi Reksa Dana RI ke PDB Kalah Jauh dari Negara Tetangga

Kontribusi Reksa Dana RI ke PDB Kalah Jauh dari Negara Tetangga

Dalam rangkaian diskusi edukasi dengan wartawan, Sujanto, direktur dari OJK, menyebutkan bahwa nilai dana yang dikelola reksa dana di Indonesia per Maret 2026 mencapai Rp1.084 triliun. Meski terjadi peningkatan sebesar 3,97% dibandingkan Desember 2025, kontribusi reksa dana terhadap PDB masih dianggap rendah.

“Dari sisi Produk Domestik Bruto, kontribusi reksa dana hanya sekitar 4%. Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia, angka tersebut jauh lebih kecil. Thailand mengambil 30% dari PDB, Malaysia 36%. Jadi, masih ada kesenjangan besar yang bisa dikejar,” jelas Sujanto.

OJK mencatat jumlah investor reksa dana mencapai 23,5 juta per Maret 2026. Angka ini naik 8,14% dibandingkan 19,2 juta investor pada Desember 2025. Menariknya, sekitar 54% dari investor tersebut termasuk usia di bawah 30 tahun, mencerminkan dominasi generasi muda dalam sektor investasi.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Indonesia mencapai 287 juta jiwa. Dari total tersebut, 196 juta orang termasuk dalam kelompok usia produktif 15-64 tahun. “Meski jumlah investor hanya 23 juta, peluang untuk melibatkan kelompok usia produktif sebagai investor masih sangat luas,” tambah Sujanto.

OJK menekankan pentingnya pendidikan keuangan agar masyarakat lebih aktif berinvestasi. Industri reksa dana dianggap mudah diakses, bahkan dengan modal minimal Rp10.000 untuk pemula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *