Basarnas: Satu warga meninggal akibat gempa di Manado
Basarnas: Satu Warga Meninggal Akibat Gempa di Manado
Kamis pagi, gempa bumi berkekuatan 7,6 mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, yang berdampak pada beberapa bangunan di Kota Manado. Laporan Basarnas mengungkap satu korban jiwa akibat reruntuhan gedung setelah gempa tersebut. DL (70), seorang perempuan, dinyatakan meninggal setelah tertimbun bangunan runtuh, kata Nuriadin Gumeleng, juru bicara Basarnas di Manado, dalam video yang dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.
“DL meninggal setelah tertimbun bangunan runtuh dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujarnya.
Pemecahan struktur bangunan terjadi, termasuk Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Manado yang dilaporkan mengalami keruntuhan bagian-bagian. Selain korban meninggal, Basarnas juga menerima informasi dugaan kejadian lain, seperti dua warga yang melompat dari bangunan, meski pihaknya masih menginvestigasi.
Setelah gempa, sejumlah masyarakat di wilayah pesisir, termasuk Bitung dan Minahasa Tenggara, melakukan evakuasi mandiri karena potensi tsunami. Meski demikian, aktivitas warga di Manado secara umum mulai pulih. Basarnas terus memantau dan mengumpulkan data di lapangan guna memastikan kondisi terkini serta respons terhadap korban yang terdampak.