Satu warga meninggal dan satu patah kaki akibat gempa Ternate-Bitung
Gempa Ternate-Bitung: Satu Warga Meninggal, Satu Patah Kaki
Kota Manado, Kamis – Gempa tektonik yang mengguncang wilayah Ternate-Bitung pada pagi hari menyebabkan kerusakan pada bagian barat Gedung KONI Sario. “Aparat keamanan sedang melakukan pembersihan sisa-sisa reruntuhan bangunan,” jelas Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, di Manado, Kamis. Menurutnya, beberapa material masih tergantung di bangunan utama, sehingga proses pembersihan belum sepenuhnya selesai.
Pada saat ini, aktivitas di sekitar area yang terkena dampak gempa telah kembali berjalan normal. “Aktivitas di sekitar bangunan tersebut mulai berlangsung seperti biasa,” tambah Nuriadin. Sementara itu, korban jiwa akibat gempa tercatat satu orang meninggal dunia, serta satu korban lainnya mengalami cedera patah kaki setelah melompat dari tempat yang runtuh. “Korban dengan luka patah kaki telah mendapatkan pertolongan,” pungkasnya.
“Basarnas Sulut tetap siaga dan terus memperbarui data korban serta kerusakan yang terjadi setelah gempa utama. Kami mengharapkan warga tetap hati-hati dan mengikuti instruksi pemerintah. Jangan panik, serta perbarui informasi dari BMKG,” ujar Nuriadin Gumeleng.
Sebelumnya, gempa terjadi pada pukul 05.48.14 WIB di wilayah Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M7,6, dengan episenter berada di koordinat 1,25 derajat lintang utara (LU) dan 126,27 derajat bujur timur (BT). Lokasi gempa berada di laut, sejauh 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer.