New Policy: Malaysia WFH Mulai 15 April, Anwar Ibrahim Tambah Anggaran Subsidi
Malaysia Mulai Terapkan WFH 15 April, Anwar Ibrahim Perkuat Anggaran Subsidi
Dari Jakarta, pemerintah Malaysia mengambil inisiatif awal untuk menghadapi ancaman kenaikan harga energi global. Kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) diperkenalkan bagi sektor publik, mulai pertengahan April. Langkah ini bertujuan meminimalkan dampak krisis energi yang diperkirakan akan memuncak dalam waktu dekat.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa arahan WFH untuk kementerian, lembaga pemerintah, badan berkanun, serta perusahaan terkait pemerintah (GLC) akan berlaku pada 15 April. Dalam pidato pada Rabu (1/4/2026), sebagaimana dilaporkan oleh The Star, ia menegaskan rincian penerapan kebijakan ini akan diumumkan segera. Namun, ia menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga keamanan energi dan melindungi masyarakat dari fluktuasi harga yang tiba-tiba.
Menurut Anwar, pemerintah memilih bertindak sebelum situasi konflik Timur Tengah benar-benar memengaruhi kehidupan rumah tangga dan dunia usaha. Ia menyebut Inisiatif Sokongan Rakyat sebagai alat untuk mengantisipasi tekanan harga energi. “Ini bukan perkara kecil. Pemerintah menyediakan tambahan 4 miliar ringgit untuk membantu rakyat, tetapi tentu kemampuan kita terbatas dan kita juga harus melihat pengalaman negara lain,” ujarnya dalam
quote
.
Langkah pemerintah lainnya termasuk peningkatan kuota bahan bakar 200 liter di bawah skema Budi Madani 95 serta penerapan penuh subsidi diesel di Sabah, Sarawak, dan Labuan. Kebijakan tersebut dirancang untuk mengurangi tekanan kenaikan harga minyak global serta memastikan subsidi lebih efektif. Anwar juga mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini mengalokasikan sekitar 4 miliar ringgit per bulan untuk menyerap lonjakan harga energi.
Selain itu, pemerintah mempercepat diversifikasi sumber energi nasional guna menjaga pasokan bahan bakar dan listrik di tengah gangguan rantai pasok global. Ia menjelaskan bahwa Petroliam Nasional Berhad memberikan jaminan pasokan minyak dan gas mencukupi hingga Mei, yang disebut sebagai bantalan penting selama krisis. Anwar menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak bisa dianggap normal lagi. “Kita harus menyesuaikan gaya hidup dan kebijakan kita untuk melindungi rakyat dan memastikan keberlanjutan pasokan energi,” kata Anwar.