New Policy: Negara Eropa Mulai Buka Pintu Migran, Antrean Langsung Membludak
Negara Eropa Mulai Buka Pintu Migran, Antrean Langsung Membludak
Panjangnya antrian terlihat di Spanyol selatan pada Senin (20/4) ketika loket layanan langsung untuk program amnesti massal bagi migran tanpa dokumen resmi dibuka. (REUTERS/Albert Gea)
Migran yang telah mengantre di luar kantor imigrasi menyambut antrean. Sementara itu, sejumlah orang lain mencoba memperoleh sertifikat kerentanan serta dokumen pendaftaran dewan di balai kota, yang merupakan syarat utama untuk proses regularisasi. (REUTERS/Albert Gea)
“Saya datang pukul 06.30, tapi sudah banyak orang. Seharusnya saya hadir lebih awal,” ujar Enrique Solana, seorang migran dari Kolombia, setelah petugas kepolisian menyatakan bahwa mereka tidak mampu melayani seluruh pengajuan. (REUTERS/Albert Gea)
Amnesti ini menjadi dasar bagi rencana Perdana Menteri Sosialis Pedro Sánchez untuk memanfaatkan dampak ekonomi dari migrasi sebagai upaya mengimbangi populasi Spanyol yang semakin tua. (REUTERS/Albert Gea)
Keputusan tersebut bertolak belakang dengan arus kebijakan migrasi yang umum diterapkan pemerintah Eropa, yang justru mengencangkan aturan karena mendapat dukungan lebih besar dari partai berpandangan kanan. (REUTERS/Albert Gea)
Perkembangan jumlah warga asing yang tiba di Spanyol meningkat menjadi satu juta per tahun, naik dari sekitar 300.000 per tahun pada dekade terakhir. (REUTERS/Albert Gea)
Dalam kurun waktu 2019 hingga kini, migran mengisi tiga dari empat lapangan kerja baru yang muncul. Mereka juga berkontribusi hingga 47% terhadap pertumbuhan ekonomi, menurut lembaga Funcas. (REUTERS/Albert Gea)
Untuk mengurangi beban sistem, pemerintah menyediakan hanya lima dari 54 kantor imigrasi untuk menangani permohonan amnesti secara langsung. Kantor lainnya dialihkan ke layanan jaminan sosial, pos, serta organisasi nonpemerintah. (REUTERS/Albert Gea)