New Policy: GMF bukukan pendapatan Rp8,25 triliun pada tahun 2025
GMF bukukan pendapatan Rp8,25 triliun pada tahun 2025
Pendapatan 2025 naik 16,8% secara tahunan
Jakarta, Kamis – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) mencatatkan pendapatan mencapai 491,9 juta dolar AS atau setara Rp8,25 triliun dalam laporan keuangan tahunan hingga 31 Desember 2025. Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menyatakan angka tersebut mengalami peningkatan 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan perbaikan bertahap di tengah perubahan dinamika industri penerbangan global.
“Capaian ini didorong oleh konsistensi Perseroan dalam menjaga disiplin operasional dan keuangan, serta peran GMF sebagai strategic enabler dalam ekosistem Garuda Indonesia Group,” ujarnya.
Dalam hal laba, perusahaan mencatatkan kenaikan sebesar 26,3 persen secara tahunan, dari 26,9 juta dolar AS (Rp451 miliar) pada 2024 menjadi 33,9 juta dolar AS (Rp570 miliar) di 2025. Sementara itu, total aset GMF naik hingga 813 juta dolar AS atau Rp13,6 triliun, dengan pertumbuhan 91,5 persen tahunan.
Struktur modal juga mengalami perbaikan signifikan, dengan ekuitas yang berubah dari negatif Rp4,33 triliun menjadi positif Rp1,92 triliun. Peningkatan ini didukung oleh aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun, yang memperkuat nilai aset tetap dan menegaskan kembali posisi ekuitas.
Peningkatan lini bisnis berkontribusi pada pertumbuhan
Akselerasi bisnis non-aviasi komersial, terutama melalui Sub Unit Bisnis (SBU) Defense Industry, Industrial Solutions, dan Power Services, berperan penting dalam mendongkrak pertumbuhan. Pendapatan dari sektor ini mencapai 36,7 juta dolar AS (Rp615,9 miliar) atau naik 59,9 persen dibanding tahun 2024.
“Perbaikan kinerja ini menunjukkan upaya yang terukur, baik dalam operasional maupun manajemen keuangan. Selain itu, GMF terus memperkuat perannya sebagai penggerak utama layanan perawatan,” tambah Andi.
Dari sisi operasional, GMF berperan kritis dalam mempercepat pemulihan kinerja Garuda Indonesia Group. Di tengah tantangan seperti antrean layanan mesin dan keterbatasan komponen pengganti, perusahaan berhasil menjaga waktu turnaround secara disiplin untuk menjaga ketersediaan dan kualitas pesawat.
Andi menegaskan kontribusi GMF menjadi bagian integral dari upaya kelompok untuk meningkatkan kesiapan operasional, memaksimalkan penggunaan armada, serta memperbaiki seluruh aspek layanan. “Sinergi ini menegaskan pentingnya peran GMF dalam memastikan keberlanjutan transformasi grup,” tutupnya.