Official Announcement: BMKG: Potensi tsunami pascagempa Malut-Sulut berakhir, laut stabil
BMKG: Potensi tsunami pascagempa Malut-Sulut berakhir, laut stabil
Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa ancaman tsunami akibat gempa bumi berkekuatan 7,6 telah berakhir. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, menyatakan bahwa peringatan dini tsunami secara resmi dihentikan setelah pengamatan menunjukkan kondisi laut kembali tenang.
“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa magnitudo 7,6 diumumkan selesai pukul 09.56 Wita,” ujarnya.
Dia menekankan bahwa pengumuman penyelesaian peringatan tersebut penting karena memungkinkan tim penanggulangan untuk masuk ke daerah yang terkena dampak gempa dan tsunami. Sebelumnya, gempa tektonik dengan kekuatan 7,6 terjadi di laut, sekitar 129 kilometer ke arah timur laut Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer. Gempa ini disebabkan oleh deformasi kerak bumi dan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa Direspons dengan Intensitas Berbeda
Getaran gempa dirasakan cukup kuat di beberapa daerah, seperti Ternate (Malut) dengan intensitas V-VI MMI, Manado dengan IV-V MMI, serta beberapa wilayah di Gorontalo dengan II-III MMI. BMKG sebelumnya mengaktifkan status siaga tsunami di Ternate, Halmahera, dan Bitung, sementara status waspada diterapkan di wilayah lain di Sulawesi Utara.
Pemantauan Laut Menunjukkan Stabilitas
Melalui pemantauan alat ukur permukaan laut, gelombang tsunami sempat tercatat dengan ketinggian bervariasi, antara lain 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung. Gelombang juga terpantau di Titik Sidangoli, Minahasa Utara, serta Belang dengan ketinggian kurang dari satu meter.
Hingga pukul 09.59 WIB, BMKG mencatat total 40 gempa susulan, dengan skala terbesar mencapai 5,5. Pihak BMKG mengimbau masyarakat tetap berhati-hati terhadap kemungkinan gempa lanjutan dan menunggu informasi resmi dari pemerintah. Mereka juga diminta tidak terpengaruh oleh berita yang belum diverifikasi.