Special Plan: Siap-siap, Tambahan 30 KRL Baru Jabodetabek Nyaris Final
Siap-siap, Tambahan 30 KRL Baru Jabodetabek Nyaris Final
Progres Penambahan Rangkaian KRL Jabodetabek
Kepala Divisi Korporasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Karina Amanda mengatakan studi tentang penambahan 30 rangkaian kereta (trainset) KRL Jabodetabek sudah hampir selesai. Ia menyebut bahwa lembaga tersebut bersama pemerintah sedang mempersiapkan langkah konkret untuk mengimplementasikan rencana ini. “Hasil evaluasi sudah hampir tuntas, dan sekarang sedang dalam fase akhir. Dari segi KAI, KCI, maupun pemerintah, semua pihak sedang fokus pada persiapan penerapan terkait peningkatan kapasitas angkut,” ujarnya di kantor KAI Commuter, Jakarta Pusat, Senin (20/4).
Kesiapan Infrastruktur dan Jalur Operasional
Karina menjelaskan bahwa rangkaian baru akan dioperasikan di lintasan yang mampu melayani kereta 12 gerbong. Penentuan jalur masih menunggu kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung. Saat ini, fokus KAI Commuter adalah menyelesaikan pengadaan 16 rangkaian kereta produksi PT INKA. Dari jumlah tersebut, delapan sudah diterima, enam di antaranya aktif beroperasi, satu sedang diuji sertifikasi di Depo Depok, dan satu lagi dalam proses pengiriman dari Banyuwangi.
Kebutuhan Anggaran dan Dukungan Pemerintah
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa rencana penambahan 30 rangkaian KRL Jabodetabek akan selesai tahun ini. Ia menekankan prioritas penggunaan kereta buatan dalam negeri dalam proyek ini. “Kita memenuhi janji sebelumnya. TKDN dioptimalkan, jadi industri lokal menjadi fokus utama,” tutur Bobby saat ditemui di Stasiun KRL Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (28/1).
Harapan Meningkatkan Pelayanan Publik
Penambahan 30 rangkaian KRL Jabodetabek dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menyetujui dana Rp5 triliun untuk KAI. Ia menyebutkan bahwa Bobby Rasyidin meminta anggaran Rp4,8 triliun untuk proyek tersebut, namun dana ditambah hingga Rp5 triliun agar manfaat bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Beliau ajukan total Rp4,8 triliun. Saya setujui, bahkan alokasikan Rp5 triliun. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu,” kata Prabowo dalam acara peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, 4 November tahun lalu.
“Satu tahun ini harus. Ini rakyat yang saksi ya. Nanti ada tambahan 30 rangkaian baru. Saya juga tadi coba, bersih, nyaman, (ada) AC,” ujar Prabowo.