New Policy: Tiap WNI Lahir di RI Bakal Langsung Otomatis Peserta Aktif BPJS

Tiap WNI Lahir di RI Bakal Langsung Otomatis Peserta Aktif BPJS

Pemerintah sedang mempercepat penggabungan layanan kelahiran dengan kepesertaan BPJS Kesehatan ke dalam platform INAku, sebuah portal digital yang menyediakan akses ke berbagai layanan publik. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menjelaskan bahwa integrasi ini bertujuan menggabungkan fasilitas kesehatan dari Kementerian Kesehatan, Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, dan BPJS yang saat ini masih terpisah. “Dengan pendekatan Digital Public Infrastructure (DPI), kita bisa menyatukan seluruh proses tersebut dalam satu alur,” katanya, seperti yang tercatat dalam siaran pers, Kamis (2/4/2026).

NIK Sebagai Kunci Utama dan Pertukaran Data Real-Time

Menurut Rini, penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai kunci tunggal yang telah diverifikasi menjadi bagian penting dalam upaya integrasi. Selain itu, pertukaran data secara langsung antar sistem juga akan mempercepat proses tersebut. Dengan metode ini, langkah yang sebelumnya memerlukan 11 tahap dapat diperkecil menjadi empat tahap utama, sehingga bayi yang baru lahir dapat langsung menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa perlu prosedur tambahan.

“Peluang ini menciptakan integrasi nyata antara layanan kelahiran dan BPJS, dengan dampak jelas, yakni mengurangi pengecualian, meningkatkan cakupan, serta memudahkan akses jaminan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Rini.

Kebijakan ini juga memungkinkan BPJS untuk tidak hanya bergantung pada saluran yang sudah ada, tetapi memperluas jangkauan pelayanan melalui INAku. Menurut Rini, platform ini bisa mencapai lebih dari 200 juta pengguna yang sudah diverifikasi melalui NIK dan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hal ini berarti setiap kejadian kelahiran langsung menjadi titik masuk untuk pendaftaran peserta BPJS.

Integrasi INAku dirancang sebagai penghubung, bukan pengganti sistem yang berjalan di masing-masing instansi. Platform tersebut berfungsi sebagai pintu depan yang menggabungkan berbagai layanan dengan pendekatan DPI. “Meskipun layanan seperti BPJS tetap berjalan di sistemnya sendiri, mereka akan diatur dalam pengalaman layanan yang utuh bagi masyarakat,” tambahnya.

Langkah integrasi akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyampaian informasi hingga interaksi dan akhirnya penggabungan data. Rini menegaskan bahwa ini bukan hanya mempermudah proses, tetapi juga memperkuat posisi BPJS dalam ekosistem layanan publik digital yang terpadu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *