New Policy: Presiden Iran Kirim Surat ke Warga AS, Bongkar Borok Trump dan Israel

Presiden Iran Berikan Pesan Terbuka kepada Rakyat AS

Di tengah pertarungan perang yang sedang memanas, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengirimkan pesan terbuka kepada warga AS. Ia meminta publik AS untuk melampaui distorsi dan narasi yang dibuat, sambil menanyakan siapa sebenarnya yang benar-benar mendapat manfaat dari perang AS-Israel terhadap Iran saat ini.

Kebijakan “America First” dan Dampak Kemanusiaan

Dalam pesan yang dibagikan oleh PressTV, ia mempertanyakan apakah kebijakan “America First” Trump benar-benar menjadi prioritas utama pemerintahan AS. Pezeshkian menyoroti dampak kemanusiaan dan kerusakan reputasi global akibat konflik tersebut.

“Tepatnya kepentingan rakyat Amerika yang mana yang benar-benar dilayani oleh perang ini? Apakah pembantaian anak-anak yang tidak berdosa, penghancuran fasilitas pengobatan kanker, atau kebanggaan atas pengeboman sebuah negara ‘kembali ke zaman batu’ melayani tujuan lain selain merusak reputasi global Amerika Serikat?”

Serangan pada Infrastruktur Iran

Pezeshkian menolak gambaran Teheran sebagai ancaman global, menekankan bahwa Iran telah dua kali diserang saat para perundingnya sedang berpartisipasi dalam perundingan nuklir multilateral. Kedua serangan terjadi pada 28 Februari lalu dan Juni 2025, yang sempat didukung oleh AS.

“Menyerang infrastruktur vital Iran, termasuk fasilitas energi dan industri, secara langsung menargetkan rakyat Iran. Tidak hanya sebagai kejahatan perang, tindakan ini juga menyebarkan konsekuensi yang melebihi batas negara itu sendiri.”

Ketidakstabilan dan Biaya Ekonomi

Pezeshkian menegaskan bahwa agresi ini hanya akan menciptakan ketidakstabilan dan meningkatkan beban ekonomi yang harus dibagi oleh berbagai pihak. Menurutnya, serangan tersebut bukan menunjukkan kekuatan, melainkan tanda kebingungan strategis dan ketidakmampuan untuk mencapai solusi berkelanjutan.

“Ketidakstabilan, peningkatan biaya manusia dan ekonomi, serta siklus ketegangan yang berkelanjutan. Ini bukan demonstrasi kekuatan; ini adalah tanda kebingungan strategis dan ketidakmampuan untuk solusi yang berkelanjutan.”

Konteks Serangan dan Perang Narasi

Surat dari Pezeshkian muncul beberapa jam setelah Trump mengancam Teheran melalui media sosial, menyatakan AS akan terus menyerang Iran hingga negara itu terlupakan atau kembali ke “Zaman Batu” kecuali Selat Hormuz dibuka kembali. Trump juga menyatakan bahwa Pezeshkian meminta gencatan senjata, namun klaim ini ditolak tegas oleh pihak Iran.

Manipulasi oleh Israel

Al Jazeera melaporkan bahwa pemerintahan AS dan Iran sedang terlibat dalam “perang narasi” yang mematikan. Pezeshkian menuding bahwa pemerintahan Trump dimanipulasi oleh sekutu utama di Timur Tengah, Israel, dalam meluncurkan perang 28 Februari lalu.

“Bukankah jelas bahwa Israel saat ini bertujuan untuk melawan Iran hingga tentara Amerika dan dolar pembayar pajak terakhir, mengalihkan beban delusinya ke Iran, kawasan, dan AS sendiri demi kepentingan yang tidak sah?”

Pezeshkian juga mempertanyakan apakah Israel sengaja menciptakan narasi ancaman Iran untuk mengalihkan perhatian dunia dari krisis di Palestina. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap Iran tidak hanya merugikan negara tersebut, tetapi juga menghancurkan keseimbangan politik dan ekonomi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *