Solving Problems: Kronologi penangkapan curanmor spesialis “angka 7” di Kebayoran Lama
Kronologi Penangkapan Curanmor Spesialis “Angka 7” di Kebayoran Lama
Jakarta – Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengungkap kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukan oleh seorang pria spesialis. Pelaku dikenal beraksi pada hari-hari dengan tanggal berakhiran “angka 7” di Kebayoran Lama. Menurut AKP Joko Adi, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, petugas piket wilayah tersebut menerima laporan dari warga mengenai seseorang yang diduga melakukan kejahatan. Saat tiba di lokasi, pelaku sudah terluka lebam.
Proses Penangkapan dan Barang Bukti
Penangkapan terjadi Jumat (17/4) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Informasi datang dari masyarakat yang mengamankan pelaku. Polisi menyita kunci leter T, mata kunci, jaket, serta lima buah kunci sepeda motor dari barang bukti yang ditemukan.
“Dari rekaman CCTV pada 17 Maret dan 7 April, terlihat pelaku menggunakan jaket serta sweater yang sama dengan yang diamankan warga. Wajahnya pun teridentifikasi identik,” ujar Joko.
Keterlibatan Warga dalam Pemantauan
Sebelumnya, warga telah mencetak foto wajah pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan menempelkannya di gang pemukiman. Tujuan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Tindakan ini memudahkan warga mengenali pelaku saat ia kembali muncul di Kebayoran Lama pada 17 April.
“Warga sigap mengamankan pelaku karena fotonya sudah ditempel di gang-gang dengan keterangan waspada. Itulah alasan mengapa mereka langsung merespons,” tambah Joko.
Kendala Penyelidikan Akibat Kematian Pelaku
Pola kejadian yang selalu berlangsung pada tanggal 7 dan 17 membuat polisi mempertanyakan apakah ini motif khusus atau kebetulan. Namun, penyelidikan terhambat setelah pelaku dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. “Yang bersangkutan wafat selama dirawat. Saat ini, penyidik mencari data untuk menghubungi keluarga dan menyerahkan jenazah,” jelas Joko.
Pencarian Anggota Komplotan
Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya rekan lain yang terlibat dalam aksi pencurian motor. Kejahatan ini kerap terjadi di malam hari, mulai pukul 00.00 WIB. Pelaku juga dikaitkan dengan tiga kasus sebelumnya, yaitu 17 Maret, 7 April, dan 17 April.