Key Strategy: Pasar Panik Usai Pidato Trump, IHSG hingga Bursa Asia Kebakaran

Pasar Panik Usai Pidato Trump, IHSG hingga Bursa Asia Kebakaran

Pasca pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan kembali. Pada pukul 09.15 WIB, IHSG tercatat turun 0,79% ke 7.127,87. Perubahan ini disertai dengan 369 saham yang merosot, 223 saham menguat, dan 366 saham yang stabil. Volume transaksi mencapai Rp 2,45 triliun, dengan total 4,56 miliar saham diperdagangkan dalam 308.300 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun mengalami penurunan signifikan menjadi Rp 12.529 triliun.

Kondisi IHSG pagi ini sejalan dengan tren bursa Asia. Setelah sempat mengalami peningkatan di awal sesi, pasar di Asia langsung terpuruk usai pengumuman Trump. Indeks Kospi Korea Selatan jatuh 2,85%, sedangkan Nikkei Jepang turun 1,4%. Hang Seng Hong Kong juga mengalami penurunan 0,86%. Kebanjiran pasar ini terjadi setelah Trump menyatakan akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran.

Trump: Operasi “Epic Fury” Masih Berlangsung

Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa serangan “Epic Fury” terhadap Iran akan terus berjalan hingga semua tujuan strategis tercapai. Ia menegaskan bahwa serangan akhir akan segera diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang. “Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu,” ujarnya dalam pidato di Gedung Putih, Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat.

“Kita tak terhentikan,” tambah Trump, menyebutkan bahwa kemampuan pertahanan udara Iran telah lumpuh. Radar mereka rusak, dan perang udara AS akan terus berjalan.

Trump juga menyoroti dampak serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang telah dihantam oleh bomber B-2. Kerusakan yang diakibatkan cukup besar hingga membutuhkan waktu bulanan untuk pemulihan. Ia mengancam akan kembali menyerang jika Iran mencoba memperbaiki program nuklirnya. “Kami memegang semua ‘kartu’,” ujarnya.

Dalam pidato tersebut, Trump menyatakan bahwa perubahan rezim bukan tujuan utama operasi, meskipun beberapa pemimpin Iran telah tewas selama konflik. Ia pun memperingatkan bahwa jika tidak ada kesepakatan dalam waktu dekat, AS siap menyerang infrastruktur kritis Iran, termasuk pembangkit listrik.

Sementara itu, harga minyak kembali melonjak. Menurut data Refinitiv pada pukul 09.17 WIB, harga Brent naik lebih dari 4% ke US$105,61 per barel. West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan 3,95% menjadi US$97,44 per barel, dari US$103,94 sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *