New Policy: Optimalkan tumbuh kembang anak, KPPPA tekankan kolaborasi multi-pihak
Optimalkan tumbuh kembang anak, KPPPA tekankan kolaborasi multi-pihak
Jakarta – Dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Kamis, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan pertumbuhan optimal anak usia dini sebagai fondasi strategis pembangunan nasional. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, dunia usaha, organisasi filantropi, dan komunitas, untuk bekerja sama dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan anak secara menyeluruh.
“Masa depan anak Indonesia hanya bisa terwujud melalui aksi bersama yang terpadu, dengan fokus pada peningkatan asuhan orang tua, nutrisi, kesejahteraan keluarga, serta lingkungan yang kondusif,” ujarnya.
Veronica Tan menyatakan bahwa upaya memperbaiki kualitas anak tidak bisa dilakukan secara terpisah, melainkan harus diintegrasikan dalam berbagai aspek kehidupan. “Investasi pada tahap awal kehidupan anak adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Menurut Veronica, fase awal kehidupan merupakan masa kritis karena hingga 90 persen perkembangan otak anak terjadi sebelum usia lima tahun. Hal ini menjadikan pendanaan dan perhatian pada usia dini tidak hanya sebagai urusan sosial, tetapi juga bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.
Meski demikian, tantangan seperti stunting, akses layanan pendidikan yang terbatas, dan lingkungan pengasuhan yang kurang optimal masih menghambat progres. Sistem yang belum terpadu juga dinilai sebagai penghalang utama dalam menyediakan layanan yang efektif bagi anak-anak.
Kolaborasi dalam transformasi layanan
CEO Tanoto Foundation Benny Lee menyoroti bahwa sekitar 31 juta anak usia dini di Indonesia menjadi penentu utama kemajuan bangsa, baik dari segi pertumbuhan ekonomi maupun daya saing global. Namun, ia menyoroti masalah yang masih menggedor, seperti angka malnutrisi yang tinggi.
“Kira-kira satu dari lima anak mengalami stunting hingga akses layanan dasar, seperti imunisasi dan pendidikan, masih kurang memadai,” katanya.
Lee menegaskan bahwa seribu hari pertama kehidupan menjadi fondasi utama bagi kemampuan belajar, produktivitas, dan kesejahteraan di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan langkah terpadu melalui kerja sama lintas sektor untuk menyelaraskan investasi, memperkuat koordinasi, serta mengubah program yang terpisah menjadi strategi nasional pengembangan anak usia dini.