Key Strategy: Emiten Ayam (SIPD) Kecipratan Cuan MBG Prabowo, Laba Naik 783%

Emiten Ayam (SIPD) Kecipratan Cuan MBG Prabowo, Laba Naik 783%

PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD), perusahaan yang bergerak di bidang pakan ternak dan produk olahan ayam, melaporkan kenaikan laba mencapai 783% pada tahun 2025. Capaian ini disebut dipengaruhi oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Laporan keuangan hingga 31 Desember 2025 menunjukkan laba bersih yang dialokasikan untuk pemilik entitas induk mencapai Rp29,3 miliar, melonjak dari Rp3,32 miliar di tahun sebelumnya. Dalam operasional, pendapatan utama berasal dari segmen pakan ternak, dengan nilai Rp2,6 triliun atau 48% dari total penjualan. Segmen pembibitan dan peternakan ayam menyumbang Rp1,5 triliun (27%), sementara ayam potong serta makanan beku mengumpulkan Rp1,4 triliun (25%).

Pertumbuhan Pendapatan dan Proyeksi Masa Depan

Untuk tahun 2026, SIPD menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 10%-15% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, mereka juga memproyeksikan pertumbuhan laba sebelum pajak hingga 30%-40%. Direktur perusahaan, Natanael Yuyun Suryadi, menambahkan bahwa stabilitas harga ayam di pasar berkontribusi signifikan terhadap profitabilitas SIPD.

“MBG mendorong distribusi ayam secara nasional, sehingga harga ayam potong kini stabil di kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000, tergantung berat dan ukuran panen,” jelas Natanael usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Stabilitas harga ini berbeda dengan tahun 2024, saat harga ayam sempat turun hingga Rp14.500-Rp15.000, menciptakan titik terendah dalam lima tahun terakhir. Dengan permintaan yang meningkat, pendapatan SIPD terutama dari penjualan pakan ternak pun mengalami peningkatan signifikan.

Secara nasional, konsumsi ayam per kapita di Indonesia sekitar 10,1-10,5 kg per tahun, masih lebih rendah dibandingkan negara-negara seperti Filipina dan Thailand yang mencapai di atas 12 kg. Natanael memprediksi peningkatan konsumsi domestik hingga 10%-20% dalam beberapa tahun ke depan, yang diharapkan akan menjadi faktor utama pertumbuhan kinerja perusahaan pada periode 2027-2028.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *