Visit Agenda: UB kembangkan industri sunscreen anak dari rambut jagung

UB kembangkan sunscreen untuk anak dari bahan alami rambut jagung

Malang – Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan produk inovatif berbasis riset, Hi-To-Go Sun Protector, yang menjadi bagian dari lini BOUMI. Produk ini merupakan sunscreen khusus anak-anak, dikembangkan dengan bahan baku ekstrak limbah rambut jagung sebagai alternatif alami. Kolaborasi UB dengan PT Cedefindo, yang tergabung dalam Martha Tilaar Group, memungkinkan terobosan dalam mengubah sampah pertanian menjadi barang bernilai tinggi serta ramah lingkungan.

Peneliti dan dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB, Dr Rosalina Ariesta Laeliocattleya, menjelaskan bahwa inovasi ini bermula dari upaya memaksimalkan potensi limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna. “Kami mengkaji nilai aktif dari bahan yang dianggap limbah, seperti rambut jagung, untuk diubah menjadi produk yang memberi manfaat ekonomi dan lingkungan,” ujarnya. Formulasi Hi-To-Go Sun Protector menggabungkan ekstrak rambut jagung (zea mays silk extract) dengan minyak atsiri serta lavandula hybrida oil, yang membentuk SPF 50 PA++ untuk perlindungan kulit anak dari paparan sinar UVA dan UVB.

“Produk ini dirancang praktis, dengan bentuk semprot agar mudah digunakan oleh anak-anak. Selain itu, kita juga memperhatikan kelembapan kulit dan aroma lavender alami yang menyenangkan,” kata Oca, sapaan akrab peneliti tersebut.

Keunggulan produk ini juga terletak pada efisiensi biaya produksi dan keberlanjutan lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah rambut jagung sebagai bahan utama, UB mampu menekan pengeluaran sambil menawarkan solusi inovatif yang berasal dari sumber daya lokal. “Kami membuka peluang kolaborasi dengan industri lain yang menghasilkan limbah serupa, sekaligus mengangkat bahan yang awalnya tidak bernilai menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” tambahnya.

Menurut Oca, penelitian terhadap bahan aktif pangan lokal tidak terbatas pada sunscreen. Banyak komponen alami dari bahan-bahan lokal memiliki kemungkinan sebagai agen perlindungan sinar UV. “Pengembangan ini bisa diperluas ke produk lain, seperti minuman herbal hingga bahan anti-kanker, selama masih dalam tahap riset,” ujarnya.

Dalam proses produksi, bahan baku rambut jagung didapatkan melalui kerja sama dengan petani di Pulau Jawa. Dengan memanfaatkan limbah pertanian, UB menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan industri berbasis lokal. Produk ini kini berada di tahap produksi massal, sebagai langkah mengukuhkan hilirisasi hasil penelitian.

Perspektif Perkembangan Masa Depan

Hi-To-Go Sun Protector menjadi contoh inovasi yang berpotensi diaplikasikan lebih luas. Oca menyebutkan bahwa tim peneliti sedang mengkaji penggunaan rambut jagung secara langsung, seperti bahan untuk teh herbal. Meski masih dalam tahap riset, langkah ini menunjukkan komitmen UB untuk menggali potensi bahan alami sebagai sumber pengembangan produk unggulan.

Dampak bagi Ekonomi dan Lingkungan

Dengan mengubah sampah pertanian menjadi produk bernilai, UB memberikan solusi ekonomi bagi petani sekaligus mengurangi limbah yang terbuang. Proses ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi industri lokal. “Kami berharap inovasi ini bisa menjadi contoh kerja sama antara lembaga pendidikan dan sektor industri,” pungkas Oca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *