New Policy: Bulog Banyumas lampaui target penyerapan gabah periode Januari-Maret
Bulog Banyumas Melebihi Rencana Penyerapan Gabah Periode Januari-Maret
Purwokerto – Perusahaan Umum Bulog cabang Banyumas, Jawa Tengah, mencatatkan keberhasilan dalam penyerapan gabah dan beras hingga akhir bulan Maret 2026. Angka realisasi pengadaan mencapai 17.878 ton setara beras, melampaui target sebesar 16.901 ton untuk periode Januari-Maret 2026. Capaian ini diraih setelah pengadaan gabah mencapai 33.526.290 kilogram serta beras sekitar 847.000 kilogram.
“Target penyerapan gabah dan beras selama Januari-Maret 2026 telah tercapai dengan hasil 17.878 ton setara beras atau 105 persen dari rencana awal,” kata Kepala Bulog Banyumas Prawoko Setyo Aji.
Prawoko menjelaskan, upaya peningkatan penyerapan dilakukan melalui program Serap Gabah Petani (Sergap) yang melibatkan turun langsung ke lapangan. Program ini juga didukung oleh TNI, terutama Babinsa, serta penyuluh pertanian untuk memastikan kualitas hasil panen sesuai standar. “Kolaborasi ini sangat vital agar gabah yang masuk memiliki umur panen optimal, sehingga bisa diolah menjadi beras berkualitas dengan rendemen baik sebagai cadangan pangan pemerintah,” tambahnya.
Menurut Prawoko, harga gabah kering panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sedangkan beras medium dijual dengan harga Rp12.000 per kilogram sesuai peraturan yang berlaku. Rata-rata penyerapan harian mencapai 1.000 hingga 1.500 ton, dengan catatan sejumlah petani menunda penjualan karena menunggu kondisi gabah tidak basah. Bahkan, pada 1 April 2026, tercatat rekor penyerapan tertinggi hingga lebih dari 2.000 ton GKP.
“Meski ada hambatan, seperti cuaca yang memengaruhi masa panen serta fluktuasi harga awal panen yang sempat lebih tinggi dari pembelian pemerintah, kami tetap berupaya mempertahankan stabilitas harga dan keamanan cadangan pangan,” ujarnya.
Kepala Bulog Banyumas menegaskan, seluruh pemangku kepentingan terus bekerja sama untuk memenuhi target tahunan 2026, yaitu 78.372 ton setara beras. Wilayah kerja program ini mencakup empat kabupaten, yaitu Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga. “Dengan dukungan seluruh pihak, kami yakin target tahun ini bisa tercapai serta mendukung upaya pemerintah menjaga swasembada pangan,” tutupnya.