PB WI harapkan wushu dimasukkan lagi sebagai cabang prioritas DBON
PB WI Mengusulkan Wushu Kembali Jadi Prioritas DBON
Jakarta – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino, mengatakan cabang olahraga wushu perlu dipertimbangkan kembali sebagai prioritas dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang baru ditetapkan. “Harapan kami adalah pemerintah bisa mengevaluasi kembali prestasi wushu, sehingga cabang ini bisa dimasukkan kembali sebagai prioritas,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Menurut Ngatino, wushu tidak lagi menjadi bagian dari prioritas DBON yang baru, meski sebelumnya tercantum dalam daftar cabang unggulan. DBON 2023 mengandalkan 20 cabang olahraga Olimpiade, seperti atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, dan sejumlah cabang lainnya. Di samping itu, satu cabang world heritage, yaitu pencak silat, juga dimasukkan dalam prioritas. Sementara wushu, yang sebelumnya dianggap penting, kini tidak lagi diprioritaskan.
Alasan Wushu Dikeluarkan dari Prioritas DBON
Ngatino menjelaskan, keputusan untuk tidak mengangkat wushu sebagai prioritas berasal dari fokus DBON baru pada cabang olahraga Olimpiade. “Wushu tidak dipertandingkan dalam ajang Olimpiade, jadi diprioritaskan cabang-cabang yang lebih terbuka,” katanya. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan wushu di SEA Games dan Asian Games tidak kalah pentingnya.
“Kita bukan hanya berjuang di Olimpiade, tetapi juga di SEA Games dan Asian Games. Tidak semua cabang olahraga bisa langsung berkiprah di tingkat global, harus dimulai dari Asia Tenggara dan Asia terlebih dahulu,” ujar Ngatino.
Menurutnya, wushu telah menorehkan prestasi signifikan, termasuk dua kali menjadi juara umum di SEA Games. Cabang ini juga aktif di Kejuaraan Asia serta kejuaraan dunia. “Prestasi tersebut seharusnya menjadi dasar untuk menempatkan wushu kembali sebagai prioritas,” pungkas Ngatino. Ia berharap pemerintah bisa mengacu pada keberhasilan tersebut dalam menentukan kebijakan olahraga nasional.