Key Strategy: Pemerintah sisir jalanan di Jakarta cari calon siswa Sekolah Rakyat

Pemerintah sisir jalanan di Jakarta cari calon siswa Sekolah Rakyat

Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Pemerintah melakukan upaya aktif dengan menyisir area pasar dan titik-titik perempatan jalan di Jakarta serta sekitarnya. Tujuannya adalah mengidentifikasi anak-anak yang tidak memiliki akses pendidikan, baik karena putus sekolah, belum memulai studi, atau berpotensi mengulanginya. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa tim dari Kemensos bersama mitra strategis seperti BPS dan Dinas Sosial sedang mengambil langkah-langkah langsung untuk menjangkau anak-anak yang berada di jalanan atau bekerja mengamen.

“Kami mencari anak-anak usia sekolah yang seharusnya belajar, tetapi justru mengamen atau membantu orang tua. Ini bagian dari perhatian Presiden Prabowo agar mereka bisa diakomodasi melalui Sekolah Rakyat,” ujar Mensos setelah dialog dengan calon siswa di Kompleks Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu.

Sejauh ini, Kemensos telah menemukan 77 anak yang memenuhi kriteria sebagai calon siswa Sekolah Rakyat. Dari jumlah tersebut, 29 anak ditemukan saat beraktivitas di jalanan. Puluhan anak lainnya masih dalam proses pemeriksaan data untuk memastikan kelayakan mereka.

Mensos menargetkan proses ini selesai secara cepat agar siswa dapat mengikuti pembelajaran pada awal Juli mendatang. “Sekolah Rakyat akan menempati 10 lokasi strategis di Jakarta dan sekitarnya, menggunakan gedung milik berbagai lembaga pemerintah yang telah diakui layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” tambahnya.

Menurut Mensos, setiap titik Sekolah Rakyat akan mampu menampung minimal 1.000 murid. Pihaknya juga bekerja sama dengan instansi seperti LAN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, BNN, serta pusat Tagana di Hambalang untuk mengoptimalkan program ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *