Latest Update: Harga avtur melonjak, Lufthansa akan batalkan 20.000 penerbangan
Harga avtur melonjak, Lufthansa akan batalkan 20.000 penerbangan
Berlin – Perusahaan penerbangan Jerman, Lufthansa, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan 20.000 penerbangan jarak pendek hingga Oktober, sebagai dampak dari kenaikan harga bahan bakar avtur yang signifikan. Kenaikan tersebut terjadi setelah konflik di Iran memicu fluktuasi harga global.
Penghematan bahan bakar
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar sebanyak sekitar 40.000 ton, terutama setelah kenaikan harga avtur mencapai dua kali lipat. Lufthansa mengklaim bahwa perubahan jadwal ini bertujuan untuk meminimalkan jumlah penerbangan yang kurang menguntungkan di seluruh jaringan perusahaan.
Pembatalan pertama
Sejumlah 120 penerbangan per hari akan dibatalkan sebagai bagian dari gelombang pertama, yang mulai berlaku pada Senin (20/4). Penerbangan tersebut akan tetap dibatalkan hingga akhir Mei.
Sebelumnya, pada 16 April, Lufthansa juga mengumumkan rencana untuk mengoperasikan 27 pesawat secara permanen lebih sedikit, melalui unit Lufthansa CityLine. Keputusan ini diambil sebagai respon atas gangguan operasional akibat aksi mogok dan kenaikan biaya bahan bakar yang terus meningkat.
Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol memperingatkan bahwa Eropa mungkin hanya memiliki stok bahan bakar jet selama sekitar enam minggu jika gangguan pasokan terus berlanjut, katakanlah karena konflik di Timur Tengah.
Kebijakan ini dilakukan dalam rangka mengatasi ancaman ketidakstabilan pasokan bahan bakar, yang kini menjadi perhatian utama di Eropa. Dengan mengurangi jumlah penerbangan, Lufthansa berusaha membatasi kerugian di tengah tekanan ekonomi akibat kenaikan biaya operasional.