New Policy: Kepala BPOM sampaikan ide vaksin maternal di Harvard Medical School
Kepala BPOM Sampaikan Ide Vaksin Maternal di Harvard Medical School
Pada 30–31 Maret 2026, selama kunjungan kerja ke Harvard Medical School, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengusulkan pendekatan inovatif terkait vaksin maternal. Ia memaparkan gagasan ini dalam sesi kuliah tamu, sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah kesehatan global.
Isu Infeksi Serius pada Bayi Baru Lahir
Sebagai salah satu penyebab utama gangguan kesehatan pada bayi, bakteri Group B Streptococcus (GBS) menimbulkan risiko signifikan. Menurut data internasional, GBS dikaitkan dengan sekitar 390 ribu kasus infeksi invasif setiap tahun, dengan dampak hampir 100 ribu kematian bayi serta lahir mati, terutama di wilayah negara berpenghasilan rendah dan menengah.
“Dengan pengembangan vaksin maternal untuk Group Beta Streptococcus, kita bisa melindungi baik penyakit awal maupun akhir, serta mengurangi angka bayi lahir mati. Ini juga membantu menjaga keseimbangan mikroba pada bayi baru lahir dan mencegah resistensi antibiotik,” jelas Taruna Ikrar.
Kelemahan Pendekatan Saat Ini
Pendekatan yang umum digunakan saat ini, yaitu pemberian antibiotik saat persalinan (Intrapartum Antibiotic Prophylaxis/IAP), berhasil mengurangi kasus infeksi awal. Namun, metode ini memiliki batasan dalam memberikan perlindungan jangka panjang. Taruna Ikrar menekankan perlunya inovasi untuk mengatasi kekurangan tersebut.
Kolaborasi Global untuk Kesehatan Masa Depan
Dalam kesempatan ini, Taruna Ikrar juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional. “Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah diperlukan untuk menghadapi tantangan kesehatan global. Saya yakin Indonesia bisa menjadi pelaku utama dalam pengembangan vaksin ini,” katanya.
Kehadiran Taruna Ikrar di forum akademik ternama tersebut menjadi bukti kebanggaannya. Ia menyatakan bahwa kunjungan ini menunjukkan pengakuan atas kemampuan ilmiah Indonesia. “BPOM kini tidak hanya menjadi penjaga kebijakan, tapi juga aktif berpartisipasi dalam membentuk arah kebijakan global berbasis sains,” imbuhnya.
Kegiatan ini semakin memperkuat reputasi BPOM sebagai otoritas regulator yang diakui secara internasional, seiring status sebagai WHO-Listed Authority (WLA). Dengan vaksin maternal, Indonesia berharap mengurangi beban penyakit pada bayi dan berkontribusi pada inovasi kesehatan global.