New Policy: Pemkab Bekasi antisipasi kemarau, jaga produktivitas pertanian

Pemkab Bekasi Antisipasi Kemarau, Jaga Produktivitas Pertanian

Kabupaten Bekasi menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi cuaca kering. Upaya pencegahan telah dilakukan oleh Dinas Pertanian setempat untuk memastikan stabilitas hasil pertanian. Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan, Dodo Hadi Triwardoyo, menjelaskan bahwa identifikasi lahan sawah yang rentan terhadap kekeringan menjadi bagian dari strategi mitigasi. Hingga kini, kondisi pertanian masih dianggap aman.

“Kami telah melakukan peta risiko terhadap sawah yang mungkin mengalami kekeringan, serta mencatat sumber pompa yang bisa digunakan oleh petani maupun pemerintah,” ujarnya di Cikarang, Rabu.

Dodo menambahkan bahwa ketersediaan air irigasi menjadi faktor penting untuk mencegah risiko gagal panen. Sebagai langkah tambahan, pihaknya juga mendorong petani beralih ke komoditas yang lebih hemat air. Menurutnya, pengairan yang cukup tetap bisa diperoleh dari normalisasi bendung BSH-0, meski pemerintah tetap merekomendasikan tanaman alternatif seperti jagung dan sayuran.

Proyek Bendung Strategis BSH-0

Bendung BSH-0 (Bendung Sungai Hulu-0) berada di wilayah Kali Cikarang-CBL (Cikarang Bekasi Laut) dan berfungsi sebagai infrastruktur pengairan utama. Proyek ini dirancang untuk mengaliri sekitar 7.000 hektar lahan pertanian, mulai dari BSH-0 hingga BHS-34. Selain itu, bendung tersebut juga berperan dalam mengurangi dampak banjir di sekitarnya.

Dinas Pertanian menyatakan bahwa BSH-0 menjadi alat kunci dalam meningkatkan kapasitas pasokan air. Meski belum ada lahan yang terancam kekeringan, langkah antisipasi terus dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim yang diprediksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *