Solving Problems: Lebih murah dan praktis, BPH Migas: Jargas makin diminati
Penyebaran Jargas Dapatkan Penerimaan Lebih Luas
Jakarta – Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Hasbi Anshory, menyatakan bahwa masyarakat umum dan pelaku usaha kian mengapresiasi penggunaan jaringan gas bumi (Jargas), karena memiliki keunggulan di bidang emisi rendah, biaya lebih ekonomis, serta kenyamanan dalam penggunaan. “Jargas terbukti efisien, tidak perlu menunggu antrean, dan bisa mengurangi pengeluaran keluarga,” jelas Hasbi dalam keterangan di Jakarta, Kamis. Ia menekankan peran Jargas dalam membantu pemerintah mengurangi beban subsidi LPG.
Manfaat Jargas Dinilai Menguntungkan
Kevindra Try Nugraha, pemilik rumah makan di Kota Jambi, menilai Jargas sebagai sumber energi yang aman, terjangkau, dan praktis. “Saya tertarik beralih ke gas bumi karena restoran di Palembang sudah menggunakan Jargas. Penghematan biaya bisa mencapai 50–60 persen,” ujar Kevindra, yang telah menerapkan Jargas selama delapan tahun. Sebelumnya, pengeluaran untuk bahan bakar masak mencapai Rp16–17 juta per bulan, namun kini turun menjadi Rp8–10 juta.
“Biaya pemasangan awal memang tinggi, tetapi secara total, Jargas jauh lebih murah. Investasi tersebut bisa kembali dalam 3–4 bulan. Jangka panjang, ini akan sangat menguntungkan,” tambahnya.
Pelanggan Rumah Tangga Berharap Infrastruktur Jargas Diperluas
M Silaban, pelanggan rumah tangga di Kota Jambi, mengungkapkan biaya pemakaian Jargas sekitar Rp60.000–70.000 per bulan, jauh lebih rendah dari LPG 12 kg yang mencapai Rp200 ribu. Setelah menggunakan Jargas selama 12 tahun, ia menyatakan belum pernah mengalami masalah teknis. Warga sekitarnya juga menunjukkan ketertarikan untuk mendaftar sebagai pengguna.
Sebagai pensiunan guru SMP, M Silaban berharap pemerintah terus mengembangkan infrastruktur Jargas agar lebih banyak masyarakat bisa menikmati manfaatnya. “Perlu peningkatan sosialisasi agar kesadaran masyarakat tentang keamanan dan keekonomisan Jargas semakin tinggi,” katanya.
Komitmen BPH Migas dan Pertagas Niaga
Menurut Hasbi, pengembangan Jargas harus didukung secara bersama oleh pemerintah daerah. “Mari kita bersinergi untuk menyosialisasikan Jargas. Gas bumi memiliki berat jenis lebih ringan daripada LPG, sehingga lebih mudah menguap dan aman digunakan,” lanjutnya.
Saat ini, Kota Jambi telah memiliki 13.000 sambungan rumah (SR) Jargas yang didanai APBN. Pasokan gas berasal dari PHE Jambi Merang. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 28.000 SR pada 2026, mengingat sedang dibangun tambahan 15.000 SR. Pemasangan Jargas di Kota Jambi dikelola oleh PT Pertagas Niaga bersama dengan PT Jambi Indoguna Internasional.
Manajer Infrastruktur Jargas Pertagas Niaga, Dwi Wahyono, menjelaskan biaya pemasangan mandiri berkisar Rp4,5 juta, tergantung panjang pipa ke rumah. “Kami berkomitmen untuk menyebarkan manfaat Jargas, agar lebih banyak masyarakat dan usaha bisa beralih menggunakan energi ini,” ujarnya.