Iran Menggila! Tembaki dan Sita Kapal yang Coba Keluar Selat Hormuz

Iran Menggila! Tembaki dan Sita Kapal yang Coba Keluar Selat Hormuz

Sejumlah kapal dagang di Selat Hormuz kembali menjadi sasaran Iran setelah negara itu mengambil langkah keras sejak perang dengan Amerika Serikat dan Israel memasuki fase baru. Pada Rabu (22/4/2026), angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyita dua kapal kontainer yang berupaya meninggalkan Teluk Persia. Tindakan ini memperketat akses laut ke wilayah strategis tersebut, yang sebelumnya dikenal sebagai jalur utama distribusi energi global.

Kegiatan pelayaran di Selat Hormuz kembali memanas setelah negosiasi damai terhenti. Selat ini menjadi jalur utama bagi sekitar 130 kapal per hari, tetapi jumlahnya kini turun drastis. IRGC menyatakan bahwa setiap gangguan terhadap keamanan di wilayah ini dianggap sebagai “garis merah.” Dengan tindakan yang diambil, Iran memperlihatkan komitmen untuk mengendalikan jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Merah.

“Penyitaan terbaru ini memperjelas bahwa bahkan Selat Hormuz yang ‘dibuka’ pun tidak aman bagi pelaut, kapal, dan kargo,” kata Peter Sand, kepala analis platform intelijen logistik Xeneta.

Sebuah kapal berbendera Panama, MSC Francesca, ditembaki dan disita sekitar delapan mil laut di barat Iran. Awak kapal, yang terdiri dari empat pelaut Montenegro, dilaporkan dalam kondisi aman. Menteri urusan maritim Montenegro, Filip Radulovic, mengonfirmasi bahwa negosiasi antara perusahaan pelayaran dan pihak Iran sedang berlangsung, sambil menjalin komunikasi dengan awak kapal.

Kapal lain, Epaminondas dari Liberia, juga menjadi sasaran IRGC. Perusahaan operator Yunani, Technomar Shipping Inc, membenarkan bahwa kapal tersebut menerima serangan dari kapal cepat Iran, yang menyebabkan kerusakan pada bagian anjungan. Namun, seluruh awak kapal—21 orang dari Ukraina dan Filipina—dinyatakan selamat. Dalam pernyataan terbaru, perusahaan mengonfirmasi bahwa Epaminondas telah dinaiki oleh pasukan Iran, meski status resmi penyitaan belum diumumkan.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa tiga kapal—termasuk MSC Francesca dan Epaminondas—berusaha keluar dari Selat Hormuz secara bersamaan pada dini hari. Beberapa kapal sempat mematikan sistem navigasi mereka sebelum diserang. Dalam kasus Epaminondas, nakhoda melaporkan bahwa tidak ada komunikasi radio sebelum serangan, meskipun kapal telah mendapatkan izin melintas sebelumnya.

Penyerangan terhadap kapal-kapal tersebut memperlihatkan peningkatan intensitas konflik. Iran telah menangkap tiga kapal kontainer sejak 2024, termasuk MSC Aries. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai muatan yang dibawa oleh kapal-kapal tersebut. Sementara itu, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap kapal Iran sebagai respons terhadap aksi negara itu di wilayah strategis tersebut.

Sumber keamanan maritim menyebutkan bahwa kapal yang menyerang Epaminondas diawaki oleh tiga orang. Kapal tersebut kini diperkirakan diarahkan menuju Bandar Abbas. Sementara MSC Francesca melanjutkan perjalanan hingga mencapai Fujairah, Uni Emirat Arab, setelah tidak mengalami kerusakan signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *