John Herdman disebut beri timnas Indonesia gaya bermain baru
John Herdman Dikatakan Berikan Timnas Indonesia Gaya Bermain Baru
Jakarta – Seorang mantan penyerang timnas Indonesia dari era 1980-an, Bambang Nurdiansyah, yang akrab disapa Banur, menyebutkan bahwa pelatih baru timnas, John Herdman, telah membawa perubahan signifikan dalam pola permainan skuad Garuda. Menurut Banur, dalam tempo singkat, Herdman telah memberikan pendekatan bermain yang berbeda, yang menurutnya sudah menunjukkan hasil yang positif.
“Dalam waktu singkat, dia memberikan bentuk baru untuk cara timnas bermain. Sejauh ini bagus, ya,” ujarnya di Jakarta, Kamis.
Bambang menyoroti kelebihan timnas saat ini, khususnya dalam keakuratan operan pendek. Hal ini membuat tim lebih dominan di atas lapangan, seperti yang terlihat pada pertandingan FIFA Series 2026. Dalam laga melawan St Kitts dan Nevis, Jumat (27/3), timnas mencatatkan kemenangan telak 4-0. Meski dalam pertandingan final melawan Bulgaria, Senin (30/3), mereka kalah 0-1, Banur mengakui bahwa permainan tetap terlihat lebih menguasai bola.
Menurut Banur, Herdman baru memimpin timnas selama dua pertandingan. Ia pun menilai masih ada aspek yang perlu dievaluasi. Namun, ia yakin tim kepelatihan mampu mengidentifikasi kekurangan dan mengembangkan kelebihan.
“Kalau saya pribadi, timnas harus menambah pemain di sektor striker,” tambahnya.
Bambang, yang kini menjabat direktur teknik Persita Tangerang, percaya bahwa Herdman memiliki kemampuan untuk membawa timnas Indonesia berkembang. Seperti sejumlah penggemar sepak bola lainnya, ia berharap skuad Garuda terus menunjukkan peningkatan setiap hari.
“Bersama John Herdman, harapannya tentu lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
John Herdman, pelatih asal Inggris, menangani timnas Indonesia sejak Januari 2026. Debutnya bersama Garuda berjalan mulus setelah mengalahkan St Kitts dan Nevis 4-0. Performa ini lebih baik dibandingkan dua pelatih sebelumnya. Shin Tae-yong, saat pertama kali memimpin, kalah 2-3 dari Afghanistan dalam laga persahabatan di Dubai, Mei 2021. Sementara Patrick Kluivert, pada Maret 2025, gagal menghindari kekalahan 1-5 dari Australia di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.