Key Strategy: Insentif Dicabut Mobil Listrik Kena Pajak, Penjualan Ambruk?

Insentif Dicabut, Mobil Listrik Kena Pajak, Penjualan Ambruk?

Peraturan baru yang mewajibkan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama (BBNKB) pada mobil listrik berbasis baterai (BEV) telah memicu reaksi dari sejumlah produsen otomotif. Kebijakan ini memperketat pengenaan pajak pada kendaraan listrik, mengurangi manfaat insentif yang sebelumnya diberikan. Berbagai perusahaan masih menunggu detail aturan yang diimplementasikan di masing-masing provinsi sebelum menyusun strategi respons.

Dony Ismi Saputra, Deputi 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menyatakan bahwa pihaknya tetap memantau dampak dari keputusan pemerintah yang mulai berlaku 1 April 2026. “Kami masih terus mengikuti perkembangan dari keputusan pemerintah yang telah diumumkan. Setelah perincian aturan di tingkat pusat maupun daerah selesai diterbitkan, kami akan menyesuaikan kebijakan kami,” tulisnya melalui pesan singkat, Rabu (22/4).

“Belum ada juklaknya (petunjuk pelaksanaan), jadi kami masih nunggu implementasinya. Dampaknya belum jelas karena masih menunggu perinciannya,” ujar Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit.

Regulasi terkait pengenaan PKB dan BBNKB untuk BEV diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026. Aturan ini tidak lagi menyebut BEV sebagai objek khusus yang bebas dari pajak. Sebelumnya, BEV secara eksplisit dikecualikan dari kedua jenis pajak tersebut.

Di sisi lain, Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer Hyundai Motor Indonesia (HMID), menilai bahwa dampak kebijakan ini terhadap penjualan di dalam negeri masih perlu dilihat lebih jauh. “Kami berpendapat, saat ini terlalu dini untuk menyimpulkan bagaimana regulasi ini akan memengaruhi permintaan kendaraan listrik secara keseluruhan. Kami akan menunggu beberapa bulan ke depan sebelum menarik kesimpulan,” jelasnya.

Soerjopranoto menekankan bahwa banyak faktor akan memengaruhi total penjualan, termasuk kondisi geopolitik dan daya beli masyarakat. “Pengaruhnya terhadap penjualan nasional harus dikaji secara mendalam dengan memperhitungkan dinamika ekonomi, politik, serta faktor lainnya,” tambahnya.

Sebagai langkah mitigasi, perusahaan Hyundai memastikan tetap berkoordinasi dengan jaringan dealer di seluruh Indonesia. “Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut seiring perkembangan situasi, agar konsumen tetap diberi pemahaman yang jelas,” kata Soerjopranoto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *