Historic Moment: Komplotan Ganjal ATM di Jaktim Diringkus, Kuras Uang Korban Rp 274 Juta

Komplotan Skimming ATM di Jaktim Dibekuk, Korban Kehilangan Dana Rp274 Juta

Polda Metro Jaya berhasil mengungkap aksi kejahatan skimming ATM di wilayah Jakarta Timur. Empat orang pelaku yang terlibat dalam kejahatan tersebut telah menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Dalam kasus ini, kami telah menangkap empat pelaku yang terlibat dalam tindakan skimming ATM,” kata Kasat Reskrim AKBP Bayu Kurniawan dalam jumpa pers di Mapolres Jaktim, Rabu (22/4/2026).

Proses penyelidikan dimulai setelah laporan polisi diterima pada 23 Maret 2026. Aksi pelaku terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, sekitar pukul 07.30 WIB di ATM Cipayung, Jakarta Timur.

“Korban datang ke lokasi untuk melakukan transaksi penarikan uang. Namun, saat memasukkan kartu ATM, alat tersebut tersangkut di mesin dan tidak dapat digunakan,” jelas Bayu.

Pelaku memanfaatkan situasi tersebut dengan mendekati korban dan berpura-pura menolong. Mereka menyarankan korban memasukkan PIN ATM untuk mengamati dan mencatatnya.

“Selama korban memasukkan PIN, pelaku mengintai dan menghafal informasi tersebut,” imbuh Bayu.

Setelah itu, pelaku lain menyarankan korban pergi ke bank untuk melaporkan kejadian kartu yang tersangkut. Saat korban meninggalkan mesin, pelaku lainnya mengambil kartu ATM yang tertinggal.

“Korban tidak menyadari dana rekeningnya telah habis terkuras. Kerugian yang terjadi mencapai Rp274 juta,” sambung Bayu.

Peran Masing-Masing Pelaku

Keempat pelaku memiliki fungsi berbeda untuk mengelabui korban. Berikut penjelasan masing-masing peran:

“HF bertugas memasang alat pengganjal pada mesin ATM. Alat tersebut merupakan tusuk gigi yang dimodifikasi,” kata Bayu.

Pelaku berinisial A berperan mengintip PIN korban saat kartu tersangkut. Ia berpura-pura membantu sambil mencatat kode.

“AT mengalihkan korban ke bank terdekat. Tindakan ini membuat korban meninggalkan ATM dan kartu yang tertinggal,” ujar Bayu.

Sementara pelaku D bertugas mengambil kartu ATM korban yang tersangkut setelah korban berpindah.

“Dan keempat adalah pelaku D, yang bertugas mengambil kartu ATM korban yang sudah tertinggal di mesin,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *