Latest Program: DKI lakukan pembinaan UMKM secara terintegasi lewat Jakpreneur

DKI Laksanakan Penguatan UMKM Berbasis Jakpreneur

Menurut data Satu Data Jakarta, pada tahun 2024 terdapat 31.325 usaha kecil menengah (UMKM) baru yang terdaftar di sistem Jakpreneur, menunjukkan penurunan 6,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah Jakarta Selatan menjadi yang paling dominan dengan 11.473 UMKM, mengalahkan Jakarta Timur (6.241 UMKM) dan Jakarta Pusat (5.190 UMKM).

Program Terpadu yang Menjangkau Berbagai Aspek

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta menggencarkan pendekatan menyeluruh dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Melalui platform Jakpreneur, pelaku usaha diberikan akses ke pelatihan keterampilan teknis dan soft skill, fasilitasi sertifikasi halal, perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI), serta pengembangan strategi pemasaran, baik offline maupun online.

“Pembinaan meliputi pelatihan hingga dukungan pemasaran, sehingga memperkuat keberlanjutan usaha,” jelas Elisabeth Ratu Rante Allo, kepala dinas tersebut.

Evaluasi dan Perbaikan untuk Kemajuan Jangka Panjang

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menekankan pentingnya evaluasi yang lebih mendalam terhadap Program Jakpreneur. Menurutnya, kinerja program tidak hanya diukur dari jumlah peserta pelatihan, tetapi juga dari hasil yang tercapai, seperti pengembangan usaha yang mandiri.

“Jakpreneur harus menjadi jembatan menuju usaha yang berkembang secara nyata,” imbuh Nova.

Paloh menyarankan peningkatan pendampingan berkelanjutan, termasuk penguatan inkubator usaha dan kerja sama dengan institusi akademik untuk memunculkan pengusaha yang tangguh dan inovatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *