Main Agenda: Baru 10 persen pesantren terima MBG, pemerintah lakukan percepatan
Baru 10 Persen Pesantren Terima MBG, Pemerintah Lakukan Percepatan
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempercepat distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencapai target 82,9 juta penerima hingga akhir tahun 2026. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa pesantren yang saat ini masih tercatat hanya 10 persen dari total peserta. “Dalam sekolah umum, persentase penerima sudah mendekati 80 persen, sedangkan pesantren baru sekitar 10 persen. Ini terkait dengan proses pendataan yang sedang diperbaiki,” jelas Zulhas. Menurutnya, pesantren memerlukan perhatian khusus karena santri di sana sangat bergantung pada bantuan gizi tersebut.
Penyaluran Khusus untuk Pesantren
Zulhas menegaskan bahwa pemerintah memberikan jalur khusus kepada pesantren serta sekolah Kementerian Agama (Kemenag) agar distribusi MBG bisa lebih cepat. “Pondok punya jalur terpisah, kita akan percepat distribusinya,” tuturnya. Ia menyebutkan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan semua institusi yang berada di bawah Kemenag, seperti tsanawiyah dan aliyah, tercakup dalam program tersebut.
“Progres hingga 30 Maret 2026, sudah mencakup 38 provinsi dengan 61.680.043 penerima manfaat,” kata Zulhas. Ia juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat 26.066 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, di mana 2.162 dapur diberi peringatan, termasuk 1.789 dapur yang ditangguhkan sementara.
Dalam mengejar efektivitas MBG, Zulhas menyatakan pihaknya terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program ini agar sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. “MBG adalah program besar yang menyediakan makanan untuk 60 juta anak. Prosesnya tidak mudah, tapi kita terus menyempurnakan sistemnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa masih ada kekurangan di beberapa daerah, tetapi optimis akan semakin baik.
Kemungkinan Penutupan Dapur yang Tidak Memenuhi Standar
Zulhas menegaskan bahwa dapur SPPG yang gagal memperbaiki kinerjanya setelah diberi peringatan atau penangguhan, bisa ditutup operasionalnya. “Dari total 2.162 dapur, 1.789 telah ditangguhkan agar bisa diperbaiki. Jika tidak, mereka akan dihentikan,” jelasnya. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas distribusi MBG, khususnya di pesantren yang belum sepenuhnya terlayani.