Main Agenda: Breaking, IHSG Ambruk 1% Usai Rupiah Sentuh Level Terendah
Breaking: IHSG Turun 1% Setelah Rupiah Menembus Level Terendah
Jakarta, pada hari ini, Kamis (23/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam di atas 1% setelah sempat menguat di awal sesi. Indeks tercatat merosot 82,97 poin atau 1,10% ke level 7.458,64. Dalam perdagangan, 248 saham mengalami kenaikan, 405 saham turun, dan 160 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp6,96 triliun, terlibat dalam 20,43 miliar saham melalui 1,17 juta transaksi. Kapitalisasi pasar juga turun menjadi Rp13.333 triliun.
Kondisi pasar keuangan hari ini dipengaruhi oleh pelemahan rupiah yang semakin dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut data Refinitiv, per pukul 09.32 WIB, rupiah mencapai level Rp17.305/US$, menjadi titik terendah sepanjang masa dalam perdagangan intraday. Penurunan ini menandai rupiah telah menyentuh level psikologis baru di Rp17.300/US$ setelah pembukaan pasar yang lebih dulu melemah 0,23% ke Rp17.210/US$.
Majorsitas sektor perdagangan melemah, dengan sektor infrastruktur dan energi menjadi pelaku utama penurunan. Saham konglomerasi bisnis Prajogo Pangestu tercatat turun bersamaan dengan pelemahan IHSG. BREN dan DSSA, yang terdampak pengumuman MSCI terbaru, tetap menjadi beban utama pada indeks.
Kenaikan harga minyak berdampak signifikan pada peningkatan indeks dolar AS. Setelah Iran memblokade Selat Hormuz, harga minyak Brent melonjak 3,5% ke US$101,91 per barel, mencapai level tertinggi sejak dua minggu terakhir. Sementara itu, harga minyak WTI naik 1% ke US$92,96 per barel. Kenaikan minyak mendorong lonjakan indeks dolar ke 98,59, mencapai titik tertinggi dalam 12 hari terakhir.
Konteks BI Rate dan Sentimen Global
Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% pada April 2026. Keputusan ini beriringan dengan penyesuaian suku bunga deposit facility 3,75% dan lending facility 5,5%. “Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21 dan 22 April memutuskan untuk tetap mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers daring pada Rabu (22/4/2026). Ia menjelaskan kebijakan ini bertujuan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah penurunan kondisi perekonomian global akibat konflik Timur Tengah.
“Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah, tidak mengherankan dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta menunda serangan terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal terpadu,” ujar Trump dalam unggahan di Truth Social.
Pengumuman perpanjangan gencatan senjata AS diperkirakan berlangsung hingga Teheran mengajukan proposal atau diskusi selesai. Namun, jangka waktu masih belum jelas. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa para negosiator Teheran menolak menghadiri pembicaraan dengan AS, menyebutnya sebagai “buang-buang waktu.”