Meeting Results: Pemkab Kuningan perkuat pengawasan MBG berbasis digital
Pemkab Kuningan perkuat pengawasan MBG berbasis digital
Kuningan, Jawa Barat
Pemerintah Kabupaten Kuningan sedang meningkatkan pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerapkan sistem monitoring digital. Tujuannya adalah memastikan pelaksanaan program tersebut transparan dan mencapai sasaran tepat. “Ini bentuk tanggung jawab kita agar MBG berjalan secara efektif dan akuntabel,” tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan Uu Kusmana, di Kuningan, Kamis.
“Rencana kerja sama dengan Pemkab Sumedang telah mendapat respons positif, sebab sistem digital ini berada di tahap finalisasi draf perjanjian,” katanya.
Uu menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul setelah dia menemukan keunggulan sistem pengawasan terintegrasi yang diaplikasikan di Sumedang. Sistem tersebut, yang disebut MMAGIS, telah diuji coba lebih dulu, dan Kuningan menjadi daerah pertama yang meniru serta menerapkan model tersebut. “Kami ingin memastikan data pelaksanaan MBG bisa diakses secara real-time oleh publik dan pemangku kepentingan,” ujarnya.
Dengan MMAGIS, pengawasan akan mencakup berbagai aspek, seperti jumlah penerima manfaat, distribusi dapur, serta jadwal menu harian dan mingguan. “Aplikasi ini dirancang secara menyeluruh untuk memudahkan pengelolaan dan meningkatkan keakuratan informasi,” tambahnya. Pemkab Kuningan telah meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Sekretariat Satgas MBG bekerja sama dalam mengimplementasikan sistem tersebut.
Dalam prosesnya, aplikasi ini diharapkan memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus mendorong peningkatan kualitas gizi masyarakat. “Kami berharap teknologi digital ini mendukung keberhasilan MBG sebagai bagian dari upaya nasional mengatasi stunting,” pungkas Uu.
Kerja sama teknis dengan Sumedang akan mencakup 158 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah. Integrasi data melalui MMAGIS, menurut Uu, menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap tahapan program terpantau secara optimal.