Meeting Results: Iran: Pasukan musuh tak akan selamat jika AS lancarkan invasi darat
Iran: Pasukan musuh tak akan selamat jika AS lancarkan invasi darat
Istanbul, Komandan Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, memperingatkan bahwa semua pasukan musuh akan terancam jika Amerika Serikat melancarkan serangan darat ke Teheran. Dalam wawancara yang disiarkan oleh IRIB, stasiun TV pemerintah, Kamis lalu, Hatami menyatakan, “Jika pihak lawan melakukan operasi darat, tidak ada yang bisa selamat.”
Komandan militer tersebut menekankan bahwa komando operasional telah menerima instruksi untuk memantau pergerakan pasukan AS secara cermat dan merespons dengan cepat. “Memantau langkah serta tindakan musuh secara teliti dan hati-hati dari waktu ke waktu sangat penting, agar strategi untuk menangkal serangan mereka dapat diterapkan tepat waktu,” tambahnya.
Sementara itu, The Washington Post melaporkan bahwa Pentagon sedang menyusun rencana operasi darat di Iran, dengan ribuan pasukan AS dipasang di wilayah Timur Tengah. Kepastian pelaksanaannya masih bergantung pada keputusan Presiden Donald Trump. Menurut laporan surat kabar tersebut, misi ini bisa menjadi bagian dari “fase baru perang” yang diperkirakan lebih berisiko bagi pasukan AS dibandingkan minggu pertama konflik.
Diskusi di Pentagon mencakup rencana menyerang Pulau Kharg, lokasi utama ekspor minyak Iran, serta serangan di wilayah pesisir dekat Selat Hormuz untuk menghentikan ancaman terhadap jalur pelayaran. Pejabat AS menyebutkan bahwa operasi ini bisa berlangsung hingga beberapa minggu. Sejak perang dimulai akhir Februari, tercatat 13 tentara AS tewas dan lebih dari 300 personel cedera dalam serangkaian operasi di wilayah tersebut, menurut laporan pejabat.
Eskalasi konflik regional terus berlanjut sejak serangan oleh Israel dan AS terhadap Iran pada 28 Februari. Hingga saat ini, lebih dari 1.340 korban tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dalam balasan, Iran melakukan serangan dengan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menyimpan aset militer AS. Tindakan ini menyebabkan kerusakan infrastruktur, korban jiwa, dan gangguan pada pasar global serta penerbangan.
“Bayang-bayang perang harus dihilangkan dari negara kita, dan keamanan harus ditegakkan untuk semua,” ujarnya, menambahkan.