Facing Challenges: Menteri Ekraf apresiasi terobosan baru di film Pelangi di Mars
Menteri Ekraf Puji Inovasi Baru di Film “Pelangi di Mars”
Jakarta, Kamis – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memberikan pujian kepada film “Pelangi di Mars” yang dianggap membawa inovasi segar dalam sektor perfilman nasional melalui eksplorasi genre dan pemanfaatan teknologi.
Genrenya yang Langka dan Tema Lingkungan
Dalam sambutan di acara Intimate Screening Film “Pelangi di Mars” bersama Kabinet Merah Putih di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, ia menyebutkan bahwa genre sci-fi jarang diadaptasi oleh banyak sutradara, sementara topik lingkungan juga kurang sering menjadi fokus utama.
“Satu hal penting, science fiction itu juga genre-nya jarang diangkat orang. Isu lingkungan juga jarang diangkat orang,” ujarnya.
Terobosan Teknologi Extended Reality
Menurut dia, teknologi extended reality (XR) berbasis Unreal Engine, biasanya digunakan dalam pembuatan game, kini diterapkan dalam produksi film untuk menciptakan pengalaman menonton yang lebih mendalam. Alat ini memungkinkan penonton merasakan dunia seperti berada di dalam cerita, termasuk saat berada di pesawat atau planet Mars.
Keterlibatan Riset dan Tenaga Kerja
Film ini melibatkan sekitar 300 animator dan 500 anggota tim produksi yang bekerja selama lima tahun. Selain itu, ia menilai industri film Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif.
“Antusiasme penonton ada, demand-nya ada, supply-nya juga ada, tetapi perlu dukungan kita semua. Teman-teman dari kabinet Merah Putih, bagaimana ini bisa berkualitas, sustain, dan juga memberikan dorongan kepada generasi muda terutama yang berada di industri film nasional dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Tahun 2025, total penjualan tiket bioskop mencapai 130 juta, di mana 60 persen dari total tiket berasal dari film lokal. Di tahun berikutnya, jumlah penonton terus meningkat hingga mendekati 15 juta, di mana setengah dari mereka menonton enam judul film nasional yang rilis saat libur Lebaran.
Pemerintah akan terus mendorong penguatan industri film melalui berbagai bentuk dukungan, seperti fasilitasi akses pasar, pendanaan, dan pembiayaan bagi pelaku kreatif. Hal ini dilakukan untuk memastikan industri tetap berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberdayakan generasi muda.
“Mari mendukung film nasional tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga untuk mendunia,” tambahnya.