Latest Program: Wapres lepas Pejuang Digital untuk pendidikan di wilayah 3T
Wapres Lepas Pejuang Digital untuk Pendidikan di Wilayah 3T
Jakarta, Kamis – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar acara peluncuran peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat. Acara ini bertujuan mempercepat pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, terutama di daerah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Perkembangan Teknologi dan Kesenjangan Pendidikan
Dalam pidatonya, Wapres menyatakan bahwa kemajuan teknologi terus mengalami percepatan. “Kita harus bergerak bersama untuk mengurangi kesenjangan pendidikan,” ujarnya. Program ini dianggap sebagai langkah strategis pemerintah untuk menyamakan akses belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di daerah yang kurang mendapat layanan optimal.
“Perkembangan teknologi terus mengalami percepatan. Karena itu, kita harus bergerak bersama untuk mengatasi kesenjangan pendidikan,” kata Wapres.
Peran Alumni dan Transformasi Digital
Wapres menekankan bahwa teknologi pendidikan kini menjadi kebutuhan mendesak. “Transformasi digital harus diiringi peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar memberikan dampak nyata pada produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru,” tambahnya. Ia mengingatkan peserta program untuk memanfaatkan teknologi secara bijak serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan kemampuan menyelesaikan masalah.
“Pemanfaatan teknologi harus meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru. Gunakan secara bijak dan bertanggung jawab, serta terus kembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah agar kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga inovator,” kata Gibran.
Komitmen Peserta Program
Pada kesempatan tersebut, Wapres berdialog langsung dengan para peserta dari berbagai daerah, seperti Papua dan Sumatera Utara, untuk mengetahui latar belakang dan lokasi penugasan mereka. Salah satu peserta, Theresia Rutisu, menyampaikan semangatnya untuk berkontribusi di wilayah asal. “Saya menekankan pentingnya konsep pengabdian. Saya ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak di daerah 3T, karena saya juga berasal dari sana. Saya berharap mereka tetap memupuk keinginan untuk bermimpi,” tuturnya.
Peserta lain, Gulmog Simbolon, menyatakan program ini sebagai kesempatan untuk memperluas akses belajar dan meningkatkan semangat belajar generasi muda di daerah penugasan. Wapres mengapresiasi keinginan para alumni luar negeri untuk kembali berkontribusi di tanah air, serta menegaskan bahwa peran mereka penting dalam mendorong kebanggaan sebagai warga negara.
Kolaborasi dan Lokasi Penugasan
Program ini dikembangkan melalui kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sebanyak 150 alumni LPDP akan bertugas di 150 sekolah dasar di Sumedang, Kupang, Halmahera Utara, dan Merauke selama tiga bulan. Mereka akan mendampingi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke pembelajaran, serta memperkuat metode pendidikan berbasis digital.
Menurut rencana, program ini diharapkan menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan dukungan teknologi, pemerintah berupaya memastikan pendidikan dapat berkembang secara merata, meskipun di daerah yang masih kurang dilayani secara optimal.