Kona EV Terbakar Diduga Baterai Overheat – Hyundai Indonesia Buka Suara
Mobil Listrik Kona EV Mengalami Kebakaran, Hyundai Indonesia Beri Perkataan
Kebakaran mobil listrik Hyundai Kona EV terjadi di Gresik, Rabu (22/4), menimbulkan respons dari perusahaan tersebut. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik Suyono membenarkan kejadian tersebut, menyebut dugaan awal bahwa penyebabnya adalah overheat pada sistem baterai. Ia menegaskan bahwa penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun tidak ada korban jiwa atau luka.
Peristiwa Kebakaran dan Respons Hyundai
Insiden kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.20 WIB, sementara petugas Damkar tiba di lokasi lima menit kemudian, sekitar pukul 11.37 WIB. Setelah sekitar 40 menit penanganan, api berhasil dipadamkan dan operasi dihentikan pukul 12.15 WIB. Pelapor sekaligus pengemudi, Alex, menjelaskan bahwa kejadian dimulai saat mobil menunjukkan indikator baterai lemah, lalu muncul peringatan panas berlebih.
“Awalnya indikator low battery, lalu muncul peringatan panas berlebih. Tidak lama kemudian keluar percikan api dan langsung membesar,” ujar Alex, melansir detik.
Pernyataan Hyundai Motor Indonesia
Chef Operating Officer Hyundai Motor Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan dealer untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan konsumen. “Prioritas kami saat ini adalah berkoordinasi dengan dealer untuk memastikan keselamatan konsumen yang utama,” tulis Soerjopranoto melalui pesan singkat, Kamis (23/4).
“Kami berkomitmen penuh untuk mendampingi konsumen terdampak dan akan terus memberikan informasi perkembangan secara berkala,” ungkap dia.
Proses Pendalaman dan Kerugian Material
Suyono memastikan bahwa penyebab kebakaran masih dalam investigasi, sementara kerugian material belum ditetapkan. Hyundai, lanjut Soerjopranoto, berkomitmen untuk mengeksplorasi penyebab insiden tersebut. “Kami menyampaikan keprihatinan kepada pelanggan yang terdampak,” tambahnya.
Pelaku kejadian berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi tidak berhasil mengendalikan situasi. Akhirnya, ia menghubungi petugas Damkar yang langsung melakukan tindakan pemadaman.