Israel Dakwa 2 Prajurit AU Atas Tuduhan Jadi Mata-mata Iran
Israel Tuntut Dua Anggota Angkatan Udara Inggris atas Dugaan Keterlibatan dengan Intelijen Iran
Dua anggota Angkatan Udara Inggris dituntut oleh Israel atas dugaan keterlibatan dengan intelijen Iran. Kedua individu tersebut kini menghadapi tuntutan berat terkait tuduhan tersebut.
Laporan dari harian Haaretz, yang dikutip oleh Al Jazeera, menyebutkan bahwa militer Israel bersama dengan dinas intelijen internal Shin Bet dan kepolisian mengungkapkan kedua teknisi itu terlibat dalam pelanggaran keamanan serius. Mereka dituduh membantu musuh serta mengirimkan data sensitif.
Salah satu prajurit dinyatakan melakukan komunikasi langsung dengan agen asing. Sementara yang lain dituduh mendukung terjadinya kontak tersebut. Pihak berwenang menyatakan bahwa keduanya memutus hubungan dengan sumber intelijen Iran setelah menolak menjalankan tugas terkait persenjataan.
Tapi, pejabat menambahkan bahwa mereka berusaha memulihkan kontak setelah Iran memutus komunikasi. “Salah satu prajurit menyerahkan materi pelatihan militer mengenai sistem jet tempur kepada agen Iran, serta rekaman instalasi dan area di sebuah pangkalan militer,”
kata Kementerian Pertahanan Israel, seperti dilansir Aljazeera.
Dengan tuntutan ini, Israel menekankan upaya untuk mengungkap jaringan pengintaian yang berpotensi merugikan keamanan negara. Kedua pihak sedang memeriksa bukti-bukti yang menunjukkan keterlibatan mereka dalam intelijen Iran.