Special Plan: RI Susul AS Jadi Negara Tangguh Hadapi Krisis Energi, Golkar: Hasil Kerja Keras
RI Susul AS Jadi Negara Tangguh Hadapi Krisis Energi, Golkar: Hasil Kerja Keras
M. Sarmuji, sebagai ketua fraksi Partai Golkar di DPR RI, mengapresiasi posisi Indonesia yang berada di peringkat kedua dalam urutan negara paling kuat menghadapi krisis energi global pada 2026. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini bukan kebetulan, melainkan hasil kombinasi kebijakan yang disusun secara tekun dan bijak oleh pemerintah.
Pencapaian tersebut disebutkan dalam laporan riset JP Morgan Asset & Wealth Management yang berjudul ‘Pandora’s Box: The Global Energy Shock of 2026.’ Sarmuji menyoroti keberhasilan ini, khususnya di tengah tantangan geopolitik akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.
“Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menciptakan ketidakpastian dalam harga energi. Dalam kondisi seperti ini, kekuatan Indonesia bukan sekadar keberhasilan sementara, tetapi mencerminkan upaya strategis dan perencanaan yang matang,” ujar Sarmuji dalam pernyataannya, Jumat (24/4/2026).
Sarmuji menambahkan, prestasi ini lebih berarti karena Indonesia masuk dalam kategori negara yang mengimpor energi, terutama minyak. Kekuatan negara tersebut dianggap sebagai bukti integrasi kebijakan yang tepat, sekaligus adaptasi terhadap perubahan global.
Peringkat Negara Ketahanan Energi Tertinggi
- Afrika Selatan – 79%
- Indonesia – 77%
- China – 76%
- Amerika Serikat – 70%
- Australia – 68%
- Swedia – 66%
- Pakistan – 65%
- Rumania – 64%
- Peru – 63%
- Kolombia – 60%
Sekjen Partai Golkar itu mengingatkan bahwa dinamika global masih kompleks. Ia menyarankan pemerintah terus memperkuat diversifikasi sumber energi, mempercepat proyek pembangunan energi bersih, serta meningkatkan efisiensi sektor energi secara keseluruhan.