Special Plan: Berbalik dari posisi rugi, KB Bank kantongi laba Rp66,59 M pada 2025
Berbalik dari situasi rugi, KB Bank Raup Laba Rp66,59 M pada 2025
Jakarta – PT Bank KB Indonesia Tbk, dikenal juga sebagai KB Bank, mencatatkan laba bersih tahunan 2025 sebesar Rp66,59 miliar. Angka ini menjadi perbaikan signifikan dibandingkan kerugian sebesar Rp6,33 triliun yang terjadi di tahun sebelumnya. Kinerja positif ini, kata Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie, berasal dari pelaksanaan strategi transformasi yang dipertahankan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.
Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan hasil tersebut berkualitas dan berkelanjutan, ujar Kunardy dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.
Kunardy menekankan bahwa pihaknya masih memiliki ruang untuk peningkatan, khususnya dalam memperkuat kualitas kredit dan dasar bisnis secara menyeluruh. Ia menambahkan bahwa KB Bank akan terus mengambil langkah strategis yang cermat, seperti meningkatkan aset produktif, mendorong inovasi digital, serta memaksimalkan sinergi dengan KB Financial Group.
Dalam bidang kredit, KB Bank mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,40 persen dari Rp1,15 triliun menjadi Rp1,19 triliun. Selain itu, kualitas aset meningkatkan rasio kredit berkualitas rendah (loan at risk) yang turun dari 22,76 persen menjadi 20,31 persen. Rasio bunga bersih (NII) juga mengalami peningkatan, mencerminkan manajemen aset yang lebih baik.
Kinerja likuiditas menunjukkan perbaikan, dengan rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) menurun dari 103,26 persen menjadi 91,07 persen. Perubahan ini menunjukkan pendanaan yang lebih seimbang dan sesuai standar perbankan. KB Bank juga mempertahankan posisi likuiditas kuat melalui rasio LCR 220,01 persen dan NSFR 101,82 persen, yang berada di atas batas minimum regulator.
Dari sisi modal, KB Bank menjaga CAR (Capital Adequacy Ratio) sebesar 16,25 persen, memastikan kestabilan finansial. Kewajiban modal minimum (KPMM) ini memberikan fleksibilitas untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Di sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan mencapai Rp44,39 triliun, naik dari Rp41,46 triliun pada tahun sebelumnya.
Perseroan aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor strategis, seperti properti, industri, dan kesehatan, sebagai bagian dari dukungan terhadap ekonomi nasional. Dengan hasil ini, KB Bank menunjukkan konsistensi dalam mengelola risiko dan memperkuat fondasi operasional.