New Policy: Dorong ketahanan pangan, Pemkot Jaktim panen 90 kg melon Inthanon
Dorong Ketahanan Pangan, Pemkot Jaktim Panen 90 Kg Melon Inthanon
Panen kedua melon Inthanon di RW 012 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, berjalan sukses dengan hasil sekitar 90 kilogram. Pemkot Jakarta Timur menyatakan ini sebagai bentuk komitmen mengamankan pasokan pangan lokal. “Hari ini kita berhasil mengumpulkan 30 buah melon. Rata-rata berat per buah berkisar antara 2,6 hingga 3,3 kilogram, sehingga totalnya mencapai 90 kg,” kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat menghadiri kegiatan tersebut, Jumat.
Proyek Pertanian Perkotaan yang Berdampak Nyata
Munjirin menekankan bahwa hasil panen ini menjadi bukti keterlibatan aktif petani dalam mengembangkan pertanian perkotaan. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa pertanian di area padat penduduk bisa memberikan kontribusi signifikan,” ujarnya. Pemkot terus berupaya mendukung inisiatif serupa dengan memanfaatkan lahan terbatas, serta berharap kolaborasi dengan lembaga swasta dapat terus ditingkatkan.
“Kami berharap dukungan CSR bisa terus berlanjut untuk meningkatkan produktivitas,” tambah Munjirin. Ini dianggap cukup optimal bagi lahan perkotaan. Pemanfaatan 1.296 meter persegi dalam greenhouse modern, yang didanai oleh program CSR Bank Jakarta, menjadi faktor kunci keberhasilan.
Kelompok Tani dan Diversifikasi Komoditas
Ketua Kelompok Tani Geber Tabur Amin menjelaskan bahwa panen ini melanjutkan hasil sebelumnya, yakni 53 buah melon. Dengan tambahan 30 buah pada tahap kedua, produksi menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. “Selain kuantitas, kualitas melon Inthanon juga baik. Tingkat manisan mencapai 14 brix, sehingga bisa bersaing di pasaran,” tutur Amin.
Kelompok tani tersebut tidak hanya fokus pada melon, tetapi juga menanam cabai, terong, timun, okra, dan cabai keriting. Diversifikasi ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan lahan serta meningkatkan pendapatan anggota. Amin menambahkan, keberhasilan panen ini membuktikan bahwa pertanian perkotaan bisa berkembang produktif jika ada kerja sama yang kuat antara pemerintah, warga, dan sektor swasta.
Potensi Ekonomi dari Buah Manis
Dalam pasar, satu melon bisa dijual hingga Rp100 ribu. Hal ini menjadikan Inthanon sebagai komoditas yang menjanjikan. “Produk ini bisa menjadi alternatif pendapatan bagi masyarakat di area padat,” ungkap Amin. Melon Inthanon diproduksi di kawasan Farming Geber Tabor, RW 12, Kelurahan Cipinang Melayu, dengan sistem budidaya modern yang didukung oleh CSR Bank Jakarta.