Key Strategy: Laba Emiten Farmasi Ini Melonjak 113%, Ternyata Gara-Gara Jualan Ini
Laba Emiten Farmasi Ini Naik 113%, Didorong oleh Strategi Penjualan
Jakarta – Emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan kenaikan laba bersih yang signifikan hingga 112,86% pada kuartal I-2026. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penjualan sebesar 10,17%, mencapai Rp221,09 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp200,67 miliar. Meski demikian, biaya produksi atau beban pokok penjualan (COGS) hanya mengalami kenaikan 5,04%, lebih rendah dari pertumbuhan volume penjualan.
Kinerja Keuangan yang Stabil
Peningkatan penjualan yang cukup besar ditambah kemampuan mempertahankan stabilitas biaya operasional, membuat laba bersih perusahaan naik 16,59% menjadi Rp103,96 miliar. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, beban usaha juga relatif terkendali, hanya meningkat 7,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian, Phapros berhasil mencatatkan laba bersih Rp761,49 juta, naik drastis dibandingkan kerugian Rp5,92 miliar pada kuartal I-2025.
Kondisi arus kas perusahaan menunjukkan perbaikan signifikan. Per 31 Maret 2026, arus kas positif mencapai Rp37,2 miliar, meningkat 289% dari posisi negatif Rp19,6 miliar per 31 Maret 2025. Selain itu, saldo kas akhir periode juga tumbuh 165% dibandingkan akhir Maret 2025.
“Di tengah ketidakpastian global, Phapros mampu mempertahankan kinerja keuangan yang baik, sehingga mencapai laba bersih pada kuartal pertama 2026,” kata Plt. Direktur Utama PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih, Jumat (24/4/2026). Ia menambahkan bahwa strategi mitigasi risiko, seperti kontrak pembelian sejak awal tahun, membantu perusahaan tetap adaptif terhadap kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi. “Tujuannya adalah memastikan target penjualan, biaya, dan laba bersih hingga akhir tahun sesuai RKAP dapat tercapai,” ujarnya.
Faktor Utama di Balik Pertumbuhan Penjualan
Obat generik bermerek (OGB) menjadi salah satu penggerak utama peningkatan penjualan Januari-Maret 2026. Penjualan OGB melonjak 59% menjadi Rp128,70 miliar dibandingkan Rp80,88 miliar di kuartal I-2025. Kontribusi dari produk Obat Anti-Tuberkulosis untuk Dewasa dan Anak serta Tablet Tambah Darah, yang merupakan inisiatif pemerintah untuk menangani TB, anemia, dan stunting, menunjukkan komitmen PEHA dalam mendukung kesehatan masyarakat Indonesia.