Official Announcement: China Minggir, Kawan Lama AS Mendadak Jadi Musuh Trump
China Minggir, Kawan Lama AS Mendadak Jadi Musuh Trump
Jakarta, Pemerintahan Donald Trump yang sebelumnya menargetkan Tiongkok dengan kebijakan tarif besar kini tampaknya mengalihkan fokusnya ke Inggris, negara yang selama ini dianggap sebagai sekutu AS. Ancaman baru ini menunjukkan perubahan sikap Trump terhadap Inggris, setelah sebelumnya ia mengumumkan kebijakan tarif terhadap Tiongkok.
Menurut laporan The Guardian, Trump menyatakan dalam wawancara di Oval Office pada Kamis (23/4) bahwa Inggris harus siap menghadapi tarif tinggi jika tidak membatalkan pajak layanan digital yang diterapkan sejak 2020. Regulasi ini memperkenalkan tarif 2% atas pendapatan raksasa media sosial AS yang beroperasi di Inggris. Pajak tersebut berlaku untuk perusahaan dengan pendapatan digital global melebihi 500 juta poundsterling (Rp11,6 triliun) dan pendapatan di Inggris sebesar 25 juta poundsterling (Rp581 miliar).
“Kami sudah memantau hal ini, dan kami dengan mudah bisa mengenakan tarif tinggi ke Inggris. Mereka sebaiknya hati-hati,” kata Trump, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (24/4/2026). “Jika mereka tidak membatalkan pajak [digital], kami kemungkinan akan memberikan tarif tinggi ke Inggris,” ia menegaskan.
Regulasi pajak digital Inggris memicu ketegangan dengan AS, menurut Trump yang menilai aturan ini bertujuan mengambil keuntungan dari perusahaan-perusahaan besar di dunia. “Inggris dan negara-negara lain melakukan ini [penetapan pajak digital] karena mereka berpikir bisa mendapatkan uang dengan mudah. Mereka ingin mengambil keuntungan dari negara kita,” tambahnya.
Seperti yang dilaporkan, dalam kesepakatan dagang AS-Inggris pada Mei 2025, pajak layanan digital tetap berlaku meskipun menjadi salah satu isu negosiasi. Saat ditanya tentang tingkat tarif yang akan diterapkan Trump, ia tidak memberikan rincian. Namun, Trump menyebut tarif tersebut akan lebih besar dibandingkan pajak digital yang sudah ada.
Komentar terbaru ini memperparah ketegangan antara AS dan Inggris, yang sudah meningkat setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menolak keterlibatan Inggris dalam konflik Timur Tengah. Pada awal bulan ini, Trump mengungkapkan kemungkinan perjanjian dagang AS-Inggris yang ditandatangani tahun lalu bisa berubah sewaktu-waktu.
Beberapa negara Eropa seperti Prancis, Italia, dan Spanyol, diketahui juga memiliki pajak layanan digital serupa. Kebijakan ini memicu perdebatan antara negara-negara tersebut dan AS, dengan Trump menilai mereka sengaja menargetkan perusahaan-perusahaan besar dari Amerika.