Latest Program: Kemenhub catat realisasi Motis Lebaran 2026 capai 12.419 sepeda motor
Kemenhub Berhasil Lampaui Target Angkutan Motis Lebaran 2026
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mencatatkan jumlah penyaluran Motor Gratis (Motis) selama arus mudik Lebaran 2026 yang telah mencapai 12.419 unit sepeda motor. Program ini bertujuan memperkuat kenyamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat selama masa liburan. Arif Anwar, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap inisiatif tersebut.
“Alhamdulillah, program Motis pada angkutan Lebaran 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat, dengan pelaksanaannya berjalan lancar,” kata Arif di Jakarta, Kamis.
Dari total kuota yang ditetapkan sebanyak 11.900 unit, realisasi program mencapai 12.419 unit, atau 104,36 persen dari target. Angka ini belum termasuk kontribusi dari angkutan contraflow yang menambah 1.304 unit. “Realisasi ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap Motis sebagai alternatif mudik yang aman dan efisien,” tambahnya.
Program Motis 2026 melayani tiga jalur utama: Lintas Utara (Jakarta Gudang-Cepu), Lintas Tengah (Jakarta Gudang-Lempuyangan), dan Lintas Selatan (Jakarta Gudang-Madiun). Jadwal keberangkatan motor yang teratur memberikan kepastian waktu kepada masyarakat dan layanan berkualitas.
Arif menyebutkan, pihaknya berkomitmen memperbaiki kualitas pelayanan dari tahap pendaftaran hingga pengiriman motor di stasiun tujuan. “Kami akan mengevaluasi seluruh proses penyelenggaraan Motis 2026 untuk meningkatkan kinerja dan tanggapan terhadap kebutuhan pengguna,” ujarnya.
Kemenhub menegaskan bahwa keberhasilan program ini didorong oleh kerja sama yang solid antara pemerintah, operator, mitra pendukung, dan seluruh pemangku kepentingan. Partisipasi aktif masyarakat dalam mengikuti prosedur juga menjadi faktor kunci.
Program Motis 2026 melanjutkan tren positif kepercayaan masyarakat yang terbentuk selama lebih dari satu dekade. Data historis menunjukkan pertumbuhan signifikan, mulai dari 827 unit pada 2013, hingga 19.141 unit pada 2019 sebelum pandemi. Meski sempat melambat di 2021 akibat wabah COVID-19, program ini kembali menunjukkan keberlanjutan dengan realisasi 13.132 unit pada 2024.
Arif menekankan bahwa angka realisasi 2026 mencapai 12.419 unit, atau 104,36 persen dari target awal 11.900 unit. “Ini memperkuat komitmen kami menghadirkan solusi mudik yang lebih baik,” tuturnya.